
Combine Harvester jadi alat anghut hasil panen padi | Sumber Foto:Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Merauke
AGRONET -- Lahan sawah yang berlumpur berat bukanlah hambatan bagi Rokhim, seorang petani inovatif dari Kampung Amunkay, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Justru, kondisi tersebut menjadi pemicu kreativitasnya untuk menciptakan solusi praktis demi kelancaran panen padi di wilayahnya.
Muhammad Rohim, yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan, bersama Manager Brigade Pangan Kampung Amunkay Supriyadi, dikenal sebagai sosok yang ulet dan penuh ide segar. Bersama istri dan anak-anaknya, ia turun langsung ke sawah. Mereka adalah gambaran keluarga petani sejati yang tak segan berkotor ria keberlangsungan mereka.
Menghadapi jalan usaha tani yang berubah menjadi kubangan lumpur usai hujan, Rohim tak kehabisan akal. la memanfaatkan sebuah combine harvester bekas yang sebelumnya sudah tidak terpakai untuk disulap menjadi alat pengangkut gabah. Dengan perbaikan teknis dan sedikit modifikasi, mesin ini kini mampu melaju di atas jalan berlumpur, berkat rodanya yang menyerupai roda tank. Untuk memodifikasi combine memerlukan biaya sekitar Rp5 juta antara lain untuk pembelian patangan besi. "Kita usahakan seirit mungkin" kata Rohim.
Strategi cerdas ini berhasil menekan potensi kehilangan hasil panen akibat sulitnya akses transportasi di musim basah. Gabah pun bisa langsung diangkut dari sawah ke tempat pengumpulan tanpa harus menunggu jalan mengering atau menyewa angkutan tambahan.
"Inovasi sederhana ini sangat membantu petani," ungkap Rohim. "Bukan hanya efisiensi waktu dan tenaga, tapi juga berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi dan pengurangan kehilangan hasil panen." Langkah Rohim menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur bukan akhir dari segalanya. Justru, di tangan orang yang tepat dan kreatif, tantangan bisa diubah menjadi peluang mendorong kesejahteraan petani.
Sumber :
Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Merauke
Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Pertanian Papua, Sagu dan AI Jadi Pilar Ketahanan Pangan Mas
Minggu, 05 Juli 2026
Senin, 01 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
Jumat, 22 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Minggu, 08 Maret 2026








