Ini Bukan Sulap, Ini Inovasi Petani dari Kampung Wonorejo

Senin, 28 Juli 2025, 00:28 WIB

Drum-drum bekas disulap menjadi perahu | Sumber Foto:Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Merauke

AGRONET -- Siapa bilang petani hanya bergelut. dengan tanah dan lumpur? Di Kampung Wonorejo, para petani justru menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berinovasi. Dibantu oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mereka menciptakan sesuatu yang luar biasa dari barang yang tak lagi berguna.

Bayangkan drum-drum bekas yang biasa menumpuk di sudut-sudut gudang, kini berubah fungsi menjadi perahu pengangkut gabah. Ya, bukan sulap. Dengan tangan-tangan terampil dan semangat gotong royong, 9-10 drum dibelah, dilas, dan dirangkai menjadi satu unit perahu kokoh. Bagian atas dan bawah drum dihilangkan, lalu disusun menyerupai badan kapal. Untuk mencegah korosi, permukaan perahu dilapisi cat dan fiber. Hasilnya? Sebuah solusi transportasi pertanian yang ekonomis dan efektif.

PPL setempat yang ikut terlibat dalam mengawal proses ini, menjelaskan bahwa perahu ini sangat bermanfaat, terutama Ketika hujan turun dan jalan usaha tani berubah menjadi lumpur yang menyulitkan kendaraan masuk ke area persawahan. Perahu ini mampu mengangkut hingga 25 karung gabah atau sekitar 1,25 ton, bahkan bisa membawa hingga 7 orang jika digunakan untuk antar jemput tenaga kerja.

Meski biaya pembuatan perahu ini mencapai sekitar Rp20 juta, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Dengan daya angkut tinggi dan kemampuan menjangkau lahan sulit akses, alat ini menjadi solusi cerdas yang menyatukan kreativitas lokal, keahlian teknis, dan semangat pantang menyerah.

Para petani di Kampung Wonorejo bukan hanya penanam padi, mereka adalah pengrajin ide, pemecah masalah, dan inovator sejati. Kisah ini adalah bukti bahwa ketika penyuluh dan petani bersatu, keterbatasan bisa disulap menjadi kekuatan. Dan seperti kata pepatah, "Di tangan orang kreatif, barang bekas pun bisa jadi berkah." (umi.pplkurik)

Sumber :
Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Merauke