Hadir di Papua Mentan Amran Tinjau Saksikan Petani Asli Papua Kuasai Teknologi Pertanian Modern  

Senin, 06 Juli 2026, 10:09 WIB

Petani asli Papua kini mampu mengoperasikan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) berteknologi tinggi secara mandiri | Sumber Foto:Kementerian Pertanian

AGRONET -- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Tanam Bersama di lahan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi pertanian modern di Papua Selatan, di mana petani asli Papua kini mampu mengoperasikan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) berteknologi tinggi secara mandiri.

Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian menyaksikan langsung kemampuan petani lokal mengoperasikan drone pertanian dan rice transplanter untuk mendukung proses budidaya padi. Pemanfaatan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Cetak Sawah Rakyat merupakan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperluas lahan pertanian produktif, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memberdayakan masyarakat melalui pertanian modern.

"Berdasarkan laporan Bupati Merauke, hasil yang dicapai sangat menggembirakan. Dari data di lapangan, pendapatan masyarakat meningkat hingga 300 persen setelah mengikuti program ini," ujar Amran.

Ia mengaku bangga melihat putra-putra asli Merauke yang kini telah menguasai teknologi pertanian modern.

"Yang membuat kami bangga, petani asli Merauke sudah mampu menanam menggunakan drone dan mengoperasikan alat mesin pertanian sendiri. Ini membuktikan bahwa masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraannya setelah kami memberikan bantuan alsintan sebagai bagian dari pengembangan pertanian modern," katanya.

Amran menegaskan seluruh lahan yang dikembangkan melalui Program Cetak Sawah Rakyat merupakan milik masyarakat. Pemerintah hadir sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan, dukungan teknologi, serta sarana produksi pertanian.

"Semua lahan yang dicetak adalah milik masyarakat Merauke dan wilayah Papua lainnya. Program ini bukan program yang dipaksakan. Justru masyarakat Papua Selatan yang mengajukan permintaan bantuan cetak sawah. Kami ingin masyarakat memiliki lahan produktif, memanfaatkan teknologi modern, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarganya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan bantuan sarana produksi, tetapi juga oleh peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani.

Menurut Santi, penyuluh pertanian bersama Brigade Pangan harus menjadi agen perubahan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di lapangan guna mewujudkan konsep pemberdayaan (empowering) yang diusung Kementerian Pertanian.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa Program Cetak Sawah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas areal tanam untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Program ini juga menjadi sarana mempercepat adopsi teknologi modern oleh petani sehingga produktivitas pertanian terus meningkat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan Program Cetak Sawah Rakyat di Papua Selatan, Menteri Pertanian turut menyerahkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada petani. Bantuan tersebut meliputi 122 unit combine harvester, 810 unit traktor roda dua, 477 unit traktor roda empat, 12 unit drone pertanian, 9 juta kilogram pupuk, 36.229 kilogram pestisida, alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 22.000 ton, 1.188 unit pompa air, serta 12 unit power thresher.

Dukungan tersebut diharapkan semakin mempercepat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, dan memperkuat produktivitas pertanian di Papua Selatan. Dengan pemberdayaan petani lokal yang didukung teknologi modern, Merauke diharapkan semakin kokoh sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus menjadi contoh keberhasilan transformasi pertanian Indonesia.

 

Sumber :

BPPSDMP, Kementerian Pertanian