Babel Minta Pemerintah Pusat Perbaiki Irigasi Sawah

Senin, 09 Oktober 2017, 23:23 WIB

Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo memukul gong acara Rakorgub se-Sumatera 2017 | Sumber Foto:Dinas Kominfo Prov Babel

AGRONET - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toni Batubara berharap Kementerian PUPR memperhatikan dan memperbaiki irigasi sawah di Bangka Belitung. Menurutnya, irigasi dengan luas di atas 3.000 hektar menjadi kewenangan pusat. ”Pasokan beras Bangka Belitung masih tergantung dari luar.

Bangka Belitung baru dapat memproduksi 27 persen total kebutuhan. Oleh sebab itu bendungan irigasi Pice di Belitung Timur yang rusak akibat banjir dan irigasi di Pulau Bangka dapat diperbaiki. Ini supaya ada peningkatan produktivitas beras di Bangka Belitung,” jelas Toni.

Toni menyampaikan hal tersebut bertepatan saat Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera Tahun 2017, di Swissbel Hotel, Jambi pada Senin (09/10). Rakor yang mengangkat tema ”Peningkatan Peran Swasta dalam Pembangunan Regional Sumatera dalam Kerangka Peningkatan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional” dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ) Basoeki Hadimoeljono, serta para Gubernur se-Sumatera serta perwakilan dari Kementerian BUMN dan Bappenas. Untuk tahun 2018, pelaksanaan Rakor Gubernur se-Sumatera akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Barat, dan secara simbolis pataka bendera kerjasama se-Sumatera diserahkan dari Wakil Gubernur Jambi kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Di awal acara, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli menyampaikan ucapan terima kasih karena Provinsi Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah Rakorgub se-Sumatera tahun ini. Zumi Zola berharap acara ini makin memperkokoh NKRI dan mempercepat pembangunan di wilayah Sumatera. Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, dalam acara mengungkapkan bahwa Sumatera menjadi wilayah penopang pembangunan ekonomi tertinggi nomor 2 (dua) setelah Pulau Jawa. Pada 2016, Produk Domestik Bruto (PDB) Sumatera adalah 22,04%. Mendagri berharap pembangunan infrastruktur perhubungan dapat dipercepat supaya dapat mengurangi kesenjangan dengan Pulau Jawa.

”Bapak Presiden berharap, di akhir 2018 pembangunan infrastruktur harus selesai. Tujuannya untuk memastikan bahwa program jangka pendek dan menengah dapat tercapai. Mari kita semua dapat memastikan bahwa infrastruktur yang mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera dapat dilaksanakan lebih terperinci sekaligus dievaluasi secara komprehensif,” terang Tjahyo. (Dinas Kominfo Prov Babel/111)