Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat bersilaturahim ke Desa Delas, Babel
AGRONET – Pada Oktober 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan memperkenalkan sistem resi gudang yang berdasarkan syariah untuk petani lada. Konsepnya adalah pemerintah akan bekerja sama dengan koperasi untuk para petani agar dapat menaruh lada (sahang) di gudang tersebut dengan harga sekarang, tapi belum terjual.
“Misal, sahang ini harganya satu juta rupiah, para petani akan mendapatkan 70 persennya dulu. Namun, apabila pada bulan berikutnya harga sahang naik dan petani berniat untuk menjualnya, selisih keuntungan yang didapat itu yang menjadi bagi hasil sesuai dengan kesepakatan,” jelas Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat bersilaturahmi ke Desa Delas dalam rangka Safari Jumat Pemprov Babel,(22/9).
Selain itu, katanya, pemrov juga akan membangun industri pengolahan lada, yang nanti akan menjaga kualitas lada Babel tanpa ada bakteri. “Sahang kita ini saat dijual ke negara luar masih terdapat bakteri. Pemprov Babel telah menemukan caranya, tapi harus dibawa dulu ke Serpong. Insya Allah, nanti kita akan mendirikan sendiri dengan Elektro Radiasi,” ungkap Gubernur.
Menurut Gubernur, sekarang ini Vietnam membuat sahangnya dengan tambahan kimia yang membuat rasanya menjadi lebih pedas dari sahang Bangka Belitung dan ini merupakan tantangan bagi Pemprov Bangka Belitung. Namun Gubernur tetap akan membuat sahang Bangka Belitung secara natural tanpa ada campuran bahan kimia agar terjaga kualitasnya, yang pengolahannya harus diperhatikan dengan sangat baik.
Dalam kesempatan bersilaturahim itu, Gubernur menyampaikan program pengembangan lada dan kebijakan untuk menjaga kestabilan harga lada. Salah satu harapan Gubernur kepada masyarakat adalah agar kelompok tani yang belum memiliki kelompok dapat bergabung dengan kelompok-kelompok tani lainnya. Pasalnya, Pemprov Babel akan memberikan bantuan kepada kelompok tani berupa bibit lada sebanyak 4 juta bibit.
Gubernur juga menghimbau kepada para petani untuk tidak mengeluh dengan penanaman lada yang harganya saat ini belum stabil. “Mahal atau murahnya harga lada bukan tergantung dari pemerintah, tapi dari pasar global,” ujar Gubernur.
Lebih jauh Gubernur juga mengungkapkan bahwa selain pemberian bantuan bibit lada, juga ada bantuan sapi untuk membantu pemupukan sahang, bukan untuk sapi potong atau untuk dijual. Gubernur juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa bantuan ini dapat diterima dan dimanfaatkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ketika menerima bantuan sapi dari pemerintah, Gubernur menghimbau supaya para pemelihara sapi ini tidak menjual kotoran sapi dengan harga tinggi dan agar masyarakat sedapat mungkin memupuk lada (sahang) tidak dengan pupuk kimia. (Khalimo/Pemprov Babel/018)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










