Pertamina Siap Olah Sawit Riau Menjadi Avtur

Jumat, 22 Maret 2019, 07:38 WIB

Gambar ilustrasi | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Satu juta ton kelapa sawit, khususnya di Provinsi Riau, setiap tahunnya akan diolah menjadi avtur. Pengelolaan dilakukan di kilang PT Pertamina di Kota Dumai.Sebagai penyedia buah kelapa sawit, Pertamina menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, PT Perkebunan Nusantara III dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan Memorandum of Understanding ketiga perusahaan di Hotel Aryaduta Pekanbaru. "Avtur merupakan produk utama. PTPN dan RNI tidak hanya suplai kelapa sawit dari kebun mereka, tapi juga plasma milik masyarakat," kata Rini, Selasa (19/3/2019).

Menurut Rini, kerjasama tiga BUMN ini merupakan dorongan dari pemerintah untuk menciptakan energi baru terbarukan. Riau dijadikan tempat pengolahan karena punya potensi sawit besar.

"Kita ingin memanfaatkan energi terbarukan di Riau, ini juga dorongan kepada perusahaan BUMN yang ada untuk bersinergi di Indonesia. Avtur merupakan produk utama. PTPN dan RNI tidak hanya suplai kelapa sawit dari kebun mereka, tapi juga plasma milik masyarakat," katanya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, menyebut Sumatera dianugerahi sawit sebagai bio energi. Menurutnya, kelapa sawit Indonesia ditolak berbagai negara di Eropa. Namun hal itu menjadi peluang bagi kepala sawit di Riau agar dimanfaatkan menjadi sumber energi baru terbarukan.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PT Pertamina, Heru Setiawan, menambahkan kuantitas pemanfaatan sawit menjadi Avtur akan ditingkatkan setiap tahun. Menurutnya, target awal 1 juta ton, berikutnya ditingkatkan 5 juta ton, dan ditingkatkan lagi hingga 15 ton per tahun.

"Tidak hanya Dumai, kilang Plaju di Palembang dan Cilacap nantinya juga difungsikan mengolah sawit menjadi avtur dan produk lainnya," pungkasnya. (591)