Pemkab Rokan Hilir Tingkatkan Serap Gabah Petani

Jumat, 29 Mei 2020, 08:57 WIB

Kementan melihat ada dua hal penting yakni peran pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak pandemi dan yang kedua peran pemerintah membantu menyerap gabah petani. | Sumber Foto:Kementan

AGRONET -- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Riau, meningkatkan serap gabah petani. Sebanyak 360 ton beras disiapkan untuk disalurkan kepada warga masyarakat. Langkah ini sebagai upaya nyata membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

“Sebagai wujud tanggung jawab pemerintah kami akan siapkan 10 kilogram beras bagi warga. Ini sekaligus aksi kami membantu petani juga, dengan membeli hasil produksi padi petani yang baru saja panen," ujar Suyatno di kantornya, kemarin (27/5). 

Suyatno sangat mendukung upaya ketahanan pangan di Kabupaten Rokan Hilir. Karena itu, ia memastikan stok pangan tahun 2020 aman. Dia pun mengimbau masyarakat tak perlu khawatir karena meskipun ada pandemi petani masih tetap berproduksi seperti biasa.

Terpisah, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Herman, mengatakan kondisi pertanaman padi di Riau tidak perlu dikhawatirkan. Untuk bulan Mei prediksi luas tanam 3.268,9 hektare dengan harga di Riau masih bagus, rata-rata Rp 4.700 per kg gabah kering panen (GKP).  

“Sedangkan di Kabupaten Rokan Hilir bulan Januari-April panen tercapai 12.722 hektare dengan hitungan produksi 53.622 ton. Perkiraan bulan Mei ini total luas tanamnya 527 hektare,” katanya.

Herman juga menyampaikan arahan dari Gubernur Riau Syamsuar bahwa lahan-lahan milik pemerintah provinsi agar ditanami untuk penyediaan pangan selain beras. Gubernur Riau telah menyurati Bupati/Walikota tentang antisipati dan mitigasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pangan. 

“Tentu kami segera tindaklanjuti apa yang diarahkan Pak Gubernur untuk ketersediaan pangan daerah. Salah satunya mulai dengan menanam pangan alternatif di lahan-lahan milik pemerintah maupun di pekarangan,” ujar Herman. 

"Kami pastikan stok pangan di Kabupaten Rokan Hilir aman hingga akhir tahun ini. Bahkan masih ada tercatat panen di beberapa kecamatan. Kami yakin kondisi ketahanan pangan di Riau tidak akan terganggu,” tambahnya.

Terkait bantuan beras dari hasil produksi kelompok tani, Herman mengatakan bahwa memang kelompok tani yang sudah diberi bantuan pemerintah ikut membantu dalam gerakan aksi ini. Mereka sudah dapat bantuan dryer, kilang, dan juga Sentra Pelayanan Pertanian Terpadu (SP3T) sehingga hasil panennya sudah pasti terjamin mutunya karena sudah dikelola dengan baik.  

Budi Santoso, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Mulya, mengaku hasil produksi beras dari kelompok tani binaannya sebanyak 360 ton sudah dipesan untuk bantuan. Menurutnya, Program Bupati Rokan Hilir sangat memperhatikan atau membantu petani dan masyarakat sehingga petani memiliki pasar yang jelas dalam memasarkan hasil panennya 

Budi Santoso yang tergabung Gapoktan beranggotakan 2.800 orang ini mengaku sangat diuntungkan dengan program ini karena beras petani bisa dikonsumsi di wilayah Rokan Hilir saja tidak perlu sampai dijual ke wilayah lain. Selain itu harga yang diterima petani juga lebih bagus sebesar Rp 10 ribu per kg. “Bantuan tersebut distribusikan ke 13 kecamatan sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh Kabupaten Rokan Hilir,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, menegaskan stok pangan dalam negeri aman meskipun ada pandemi COVID-19. Karena itu, ia berharap Kabupaten Rokan Hilir untuk tetap menjalankan aktivitas tanam seperti biasa. 

"Kami apresiasi sekali langkah nyata Bapak Bupati Rohil. Ada dua hal penting di sini, pertama peran pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak pandemi dan yang kedua peran pemerintah membantu menyerap gabah petani. Ini langkah yang perlu diapresiasi,” ungkap Suwandi. 

Suwandi menegaskan dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan arti penting peran pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyat. Dalam keadaan sulit apapun, pangan di masyarakat harus tersedia karena itu merupakan tugas negara.

Alhamdulillah apa yang menjadi arahan Bapak Mentan SYL bisa ditindaklanjuti oleh semua pemangku kepentingan dinas pertanian di provinsi. Semua bergerak bersama untuk menjaga ketahanan pangan,” ujarnya. (139)