Kementan Lakukan Revitalisasi Untuk Bangkitkan Kejayaan Kakao

Jumat, 28 Desember 2018, 00:16 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan gerakan revitalisasi kakao di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk mengembalikan kejayaan komoditas perkebunan khususnya kakao nasional.

"Pertanian Indonesia harus meningkatkan produktivitasnya dengan bibit unggul. Karena itu kita anggarkan Rp5,5 triliun untuk perkebunan dan horti termasuk kakao, cengkeh, lada, kopi, dan lain-lain untuk seluruh Indonesia," ujarnya kepada petani yang hadir di Desa Kalahunde, Kecamatan Pakue Tengah, Kolaka Utara, Kamis (27/12).

Pada kesempatan itu, Amran secara langsung memberikan bantuan benih unggul tanaman kakao sebanyak 1.5 juta batang untuk 1.500 hektare kepada kelompok tani di kolaka Utara secara gratis. Bantuan kakao tersebut merupakan terbesar di Sulawesi Tenggara yang totalnya mencapai 3,8 juta batang untuk 3.785 hektare.

Amran memberikan semangat kepada petani yang hadir. Dia juga menyampaikan sejumlah program-program Kementan yang mendukung petani, seperti alokasi anggaran yang berpihak kepada petani, hingga penindakan para mafia yang memainkan bibit, benih, dan harga pangan.

"Kami ingin saudaraku petani terus berproduksi. Meningkatkan produktivitas dan kualitas. Bila perlu ke depan prosesnya di tangan para petani, sehingga nilai tambahnya bisa didapatkan. Kesejahteraan petani bisa meningkat," ujarnya.

Kolaka Utara pernah merasakan masa keemasan kakao pada tahun 1997. Bahkan ketika krisis ekonomi tengah melanda, petani kakao sejahtera karena harganya naik. Namun, sejak maraknya hama penyakit tanaman pada tahun 2000-an, kakao tidak lagi menjadi primadona. Tanaman juga sudah berumur tua dan tidak produktif lagi.

Ke depan, Kolaka Utara diharapkan mampu mengembalikan kejayaan perkebunan kakao. Amran mengharapkan dengan industri pengolahan petani tidak lagi menjual biji tapi produk siap konsumsi sehingga kesejahteraan petani meningkat dan menjaga kesinambungan perkebunan kakao di Kolaka Utara.

Dinas pertanian setempat menyebutkan, potensi kakao di Kolaka Utara mencapai 87 ribu hektare. Sekitar 43 ribu harus segera direvitalisasi. Jika berhasil, maka akan bisa mengangkat kehidupan yang 80 persen masyarakatnya tergantung pada perkebunan kakao.

Kementan memberikan bibit kakao sambung pucuk yang terbaik dan sudah tersertifikasi. Produktivitasnya 3,5 ton per hektare atau 7 kali lipat dari yang ada saat ini. Pada usia 10 bulan sudah berbunga dan 18 bulan sudah berbuah. Selain bantuan bibit kakao, Kementan juga membagikan bibit jagung, kelapa, pupuk, dan sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor tangan, traktor roda empat, combine harvester, hingga excavator.

Amran juga memikirkan bagaimana menjaga semamangat petani Kolaka Utara di sela proses revitalisasi kakao. Menurutnya, selama masa proses peremajaan mulai penebangan, penanaman kembali, hingga berbuah, ada waktu sela selama sekitar 2 tahun, petani diminta menanam jagung. Kementan membagikan bibit jagung gratis untuk ditanam oleh petani dengan luas semula 3 ribu hektare menjadi 5 ribu hektare.

Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, menyatakan memang perlu langkah kongkrit untuk menunggu revitalisasi berjalan dengan baik dengan menanam tanaman sela. Data Dinas Pertanian Kolaka Utara menunjukkan, sepanjang tahun 2018 ini, Kolaka Utara merealisasikan luas tanam sebanyak 6.601 hektare. Dia pun mengucapkan kepada Kementan yang telah membantu petani di wilayahnya. (591)