
Panen perdana padi oleh Brigade Pangan Noketi Nanggo di Kampung Waninggap Kay, Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan | Sumber Foto:Kementerian Pertanian
AGRONET -- Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan pola Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen perdana padi oleh Brigade Pangan Noketi Nanggo di Kampung Waninggap Kay, Distrik Semangga, Jumat (06/11/26).
Panen perdana yang berlangsung di atas lahan seluas 4,5 hektare tersebut mencatat produktivitas sekitar 6 ton per hektare. Capaian ini menjadi indikator positif pengembangan pertanian berbasis optimalisasi lahan, penerapan teknologi modern, serta penguatan kelembagaan petani di wilayah Papua Selatan.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan potensi Kampung Waninggap Kay sebagai salah satu kawasan pengembangan produksi pangan di Kabupaten Merauke, yang selama ini menjadi wilayah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Brigade Pangan Noketi Nanggo merupakan kelompok pengelola usaha pertanian pada lokasi Cetak Sawah Rakyat tahun 2025. Melalui pola PM-AAS, pengelolaan lahan diarahkan agar lebih produktif dengan dukungan teknologi, mekanisasi pertanian, serta pendampingan dari tenaga teknis dan penyuluh pertanian.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penerapan pertanian modern melalui PM-AAS menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani.
Amran menyebutkan, berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan Kementerian Pertanian, penerapan PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan dibandingkan pola budidaya konvensional.
Ia juga menekankan bahwa transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, mulai dari peningkatan hasil produksi, efisiensi biaya hingga peningkatan kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas Brigade Pangan sebagai penggerak transformasi pertanian modern.
Menurut Idha, Brigade Pangan tidak hanya berperan sebagai pengelola usaha tani, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mendorong penerapan teknologi, penguatan kelembagaan, serta pengembangan usaha agribisnis di tingkat lapangan.
Brigade Pangan, lanjutnya, harus memiliki kemampuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan yang kuat agar mampu menjadi model pengelolaan usaha tani modern yang produktif dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kegiatan panen perdana tersebut, hadir sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian, di antaranya Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, penyuluh pertanian Distrik Semangga, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Waninggap Kay, serta anggota Brigade Pangan CSR Distrik Semangga.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan pelatihan pertanian, penyuluh, serta kelembagaan petani dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian.
Direktur Polbangtan Manokwari, O'eng Anwarudin menyampaikan bahwa panen ini merupakan tanam yang menggunakan sistem PM-AAS dan kita mendapatkan hasil yang cukup signifikan. Dimana sebelumnya cuman mendapat 1 ton sekarang dalam perhektar sudah mendapat 6 ton.
"Dengan Pola PM-AAS produktivitas padi juga meningkat. Oleh karena itu, kedepannya kita harus berupaya mengajak petani merauke atau papua pada umumnya untuk segera bisa menanam dengan pola ini dengan harapan meningkat secara signifikan," ungkap O'eng
"Petani sudah harus bersiap, ini sudah masuk november, kita haru segera menyiapkan lahan supaya jika sudah turun hujan bisa segera menanam. Supaya kita bisa capai tanam hingga 3 kali dalam setahun," pesan O'eng
Panen perdana ini diharapkan menjadi motivasi bagi Brigade Pangan Noketi Nanggo dan kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas serta mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan.
Dengan capaian produktivitas sekitar 6 ton per hektare, pengembangan program Cetak Sawah Rakyat melalui pola PM-AAS di Kampung Waninggap Kay diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi luas tanam, hasil produksi maupun kapasitas pengelolaan usaha pertanian.
Keberhasilan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke, dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Sumber :
BPPSDMP - Kementerian Pertanian
Senin, 28 September 2026
Jumat, 25 September 2026
Rabu, 30 September 2026
Jumat, 18 September 2026
Jumat, 11 September 2026
Kamis, 03 September 2026
Rabu, 02 September 2026
Jumat, 25 September 2026
Sabtu, 19 September 2026
Senin, 07 September 2026









