Ekspor Obat Hewan ke Vietnam

Pelepasan ekspor perdana obat hewan Nutricell ke Vietnam. | Sumber Foto:Dok Kementan
AGRONET - PT Nutricell Pacific, perusahaan yang merupakan penyedia produk-produk obat hewan dan nutrisi ternak, melakukan ekspor perdana penjualan obat hewan sebanyak 6 ton obat hewan ke Vietnam, dengan total nilai sebesar 177.800 USD atau Rp 2,4 miliar.
Nutricell mengambil tag line ‘Feeding the Nation – Nourishing The World’, yang berarti kehendak Nutricell untuk berperan dalam menyediakan pangan nasional serta menyediakan produk bernutrisi bagi dunia. Hal ini menjadi salah satu cita-cita besar perusahaan obat hewan dan nutrisi ternak terkemuka ini.
Nutricell adalah produsen dan distributor dari berbagai macam feed additive seperti vitamin, mineral, premiks, enzim, prebiotik, acidifier, dsb. Bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan seperti: DSM Nutritional Products, Novus International, Wisium, serta beberapa perusahaan kelas berskala internasional lainnya. Kerjasama tersebut dilakukan dalam upaya menghadirkan produk solutif unggulan kelas dunia berdasarkan penelitian dan pengembangan yang presisi dan akurat untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Saat acara pelepasan ekspor perdana obat hewan tersebut awal Februari lalu di Kawasan Industri Tekno, Serpong - Tangerang, Banten, CEO PT Nutricel Pasific, Suaedi Sunanto mengatakan, ini merupakan ekspor perdana mereka ke Vietnam.
Vietnam dipilih karena Nutricell melihat ada potensi pasar disana. Konsumen relatif sama, kondisi industri peternakan dan iklim yang mirip menjadi pertimbangan selanjutnya. Ekspor perdana ini menjadi batu loncatan Nutricell untuk merambah pasar yang lebih luas lagi. Pasar luar negeri merupakan pasar yang potensial dalam situasi pasar global saat ini, sehingga harus bisa dimanfaatkan, dan tidak hanya berkutat di dalam negeri.
Suaedi menilai industri obat hewan tanah air cukup kompetitif untuk bersaing di pasar global, karena ketersediaan tenaga terdidik dan tenaga terampil. Ada be¬berapa jenis obat hewan yang sangat inovatif dan berkembang cepat, seperti feed supplement. Indonesia berpeluang besar untuk masuk di pasar tersebut karena tenaga-tenaga ahli Indonesia mampu melakukannya.
Selama ini, ekspor produk obat hewan ke Vietnam bukanlah hal baru. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan RI, Fini Murfiani, yang secara resmi melepas ekspor perdana tersebut menyatakan nilai ekspor produk obat hewan ke Vietnam selama tahun 2018 untuk sediaan biologik sebanyak 1,2 miliar dosis senilai Rp 51,99 miliar.
Sedangkan sediaan farmasetik 170.368 ton atau senilai Rp 18 miliar. Sementara untuk sediaan premiks dan bahan baku obat hewan mencapai 9,5 juta ton dengan nilai Rp 217,4 miliar. Total ekspor obat hewan ke Vietnam sepanjang tahun 2018 adalah Rp 287,4 miliar.
Peningkatan nilai ekspor ini, menjadi angin segar yang menggembirakan bagi dunia usaha obat hewan di tanah air. Langka nyata tersebut, juga menunjukkan bahwa obat hewan, mempunyai kontribusi yang besar dalam peningkatan devisa negara. Sekaligus juga merupakan keberhasilan dari Kementerian Pertanian dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang obat hewan. Ekspor perdana ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi perusahaan obat hewan lainnya, untuk melakukan ekspor-ekspor selanjutnya.
Lebih lanjut Fini Murfiani merujuk ketentuan pada Undang-Undang No.18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasal 54, yang menyatakan, penyediaan obat hewan dilakukan dengan mengutamakan produksi dalam negeri. Dengan demikian/ ekspor obat hewan tersebut, merupakan wujud nyata upaya pemerintah, agar produksi obat hewan mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Era perdagangan bebas dan pesatnya perkembangan teknologi mengharuskan pemerintah harus semakin kreatif dengan meningkatkan produksi dan ekspor obat hewan. (234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










