Cegah Penyelundupan, Susi Pudjiastuti Imbau Vietnam Tak Beli Lobster dari Indonesia

Senin, 15 Oktober 2018, 02:21 WIB

Pertemuan bilateral Indonesia dengan Vietnam saat membahas industri perikanan berkelanjutan. | Sumber Foto:KKP

AGRONET--Saat Menteri Susi Pudjiastuti melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Agriculture and Rural Development Vietnam, Hoàng Van Thang di Bali pada hari Jumat (12/10). Keduanya tak hanya membahas perkara illegal fishing, Indonesia dan Vietnam juga membicarakan perikanan berkelanjutan. Menteri Susi menyarankan agar pemerintah Vietnam melarang penggunaan alat tangkap trawl yang dinilai merusak lingkungan dan menghabiskan sumber daya ikan, seperti yang telah dilakukan Indonesia. Mengenai hal ini, Hoàng Van Thang mengaku Vietnam sudah mulai melarang penggunaan trawl terhadap nelayan dan pengusaha perikanannya.

Menteri Susi juga meminta Vietnam untuk tidak lagi membeli bibit lobster dan lobster bertelur dari Indonesia. Menurutnya, karena masih tingginya permintaan dari Vietnam, banyak pengepul Indonesia yang melakukan penyelundupan. Padahal kegiatan ini sangat mengancam keberlanjutan lobster di alam.

“Bibit lobster ini belum bisa dikembangkan dengan artificial breeding, kecuali lobster air tawar yang dapat dikembangkan dengan aquaculture. Oleh karena itu, apabila tidak dijaga lobster akan punah. Lobster yang boleh dibeli adalah yang berukuran di atas 200 gram per ekor dan tidak dalam kondisi bertelur. Vietnam dapat membesarkannya hingga berukuran 800 gram. Ini demi keberlanjutan bisnis Vietnam dan Indonesia,”terang Menteri Susi.

Menteri Susi menambahkan, pengambilan bibit lobster di alam telah mengurangi produksi lobster di Indonesia. “Puluhan tahun lalu dalam satu tahun tangkapan lobster bisa mencapai puluhan ribu ton, namun saat ini tinggal sekitar satu ribu ton saja. Habis lobsternya,”imbuhnya lagi.

Menteri Susi mencontohkan punahnya ikan sidat (eel) yang saat ini telah masuk Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Pengambilan glass eels di alam dan pengirimannya ke Jepang dan Korea di masa lampau telah membuatnya punah.

Terkait hal tersebut, Hoàng Van Thang berjanji bahwa pemerintah Vietnam akan memberikan sosialisasi kepada daerah-daerah yang masih membeli bibit lobster dan mengarahkan mereka untuk berpindah pada usaha lainnya. “Saya pikir nanti kita perlu membuat lebih banyak pertemuan lagi antara dua belah pihak, dan nanti bisa bicarakan lebih lanjut masalah ini,”usulnya. (222)