
Kepala BRSDM KKP, Sjarief Widjaja meresmikan Unit Percontohan Perikanan, Budidaya Ikan Patin dengan Sistem Micro Bubble, 22 /4 , di Cindai Alus, Martapura. | Sumber Foto:Dok KKP
AGRONET - Terdapat banyak keuntungan yang didapat pembudidaya ikan patin dengan menggunakan sistem micro bubble, diantaranya kualitas ikan akan jadi lebih baik dan benih ikan bisa ditingkatkan empat kali lipat.
Melalui sistem micro bubble , kepadatan ikan akan lebih baik dengan kondisi air yang terbatas seperti pada lahan gambut maka bisa memisahkan pirit dari air tawar, dengan menggunakan konstruksi yang sederhana.
“Cukup 3x10 meter dengan kedalaman 40 sentimeter, bahan batako maka cukup dilapisi plastik terpal dan dilengkapi pipa-pipa untuk menghembuskan oksigen, air sudah mengandung oksigen yang bagus. Kemudian semua limbah dikumpulkan, kemudian ditreatment ulang kembali dalam kolam yang lainnya, kemudian airnya kembali masuk menjadi sumber air bagi kolam yang lain,” demikian Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja memberikan sambutannya, saat meresmikan Unit Percontohan Perikanan, Budidaya Ikan Patin dengan Sistem Micro Bubble, pada 22 April 2019, di Cindai Alus, Martapura.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, satker BRSDM, dengan Pemda Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Di hari yang sama, di Banyuwangi , BPPP Banyuwangi menyelenggarakan Bimbingan Teknis di bidang bidang budidaya perikanan (pendederan ikan patin) serta bidang pengolahan hasil perikanan (pengolahan berbasis ikan patin).
Kegiatan ini diikuti oleh 200 pelaku usaha perikanan. “Melalui bimtek budidaya dan pengolahan ikan patin bagi ini diharapkan dapat menumbuhkan 2000 orang pelaku usaha baru. Masing-masing peserta Bimtek harus dapat merangkul 10 orang calon pelaku usaha perikanan untuk melakukan usaha di bidang budidaya dan pengolahan ikan patin sehingga langkah tersebut dinamakan ‘bola salju ekonomi’ sektor perikanan di Kabupaten Banjar dan pembangunan ekonomi perikanan nasional.
Keberhasilan produksi ikan patin melalui Bimtek ini di harapkan juga dapat mensuplai kebutuhan ikan ke berbagai Propinsi di Indonesia bahkan ekspor ke luar negeri,” papar Sjarief.
“Kami ingin meningkatkan nilai ekonomis ikan-ikan lokal sehingga menjadi komoditas pilihan yang mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat pada umumnya, namun juga tetap dalam upaya agar sumber daya alam tetap lestari dan dapat terus dinikmati oleh anak, cucu di masa yang akan datang. Perikanan Maju, Perikanan Lestari, Rakyat Sejahtera,” tegas jarief.
Kabupaten Banjar merupakan salah satu sentra penghasil ikan patin nasional dengan hasil produksi rata-rata sampai pada bulan April 2019 sebesar 30 Ton/hari. Produksi ikan patin tersebut merupakan sebuah prestasi yang besar dan dapat di tingkatkan dalam beberapa tahun mendatang dengan inovasi teknologi tepat guna yang di dukung oleh SDM yang kompeten, sumberdaya alam yang mendukung, serta dukungan pemerintah daerah, propinsi dan pusat serta seluruh stakeholder lainnya.
Hasil produksi ikan patin tersebut akan memiliki nilai tambah apabila di lakukan diversifikasi produk melalui olahan ikan patin yang dilakukan oleh anggota keluarga, masyarakat sekitar atau pelaku usaha lainnya. Sehingga keberadaan sebuah usaha budidaya ikan tersebut bisa memberikan impact secara sosial ekonomi dari hulu ke hilir.(234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










