
Kerang Abalon. | Sumber Foto:Farming.co
AGRONET -- Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol, Bali, sejak tahun 2018 telah berhasil memproduksi benih abalon (Haliotis squamata). Indukan awalnya diambil dari perairan Bali dengan karakteristik serupa dengan spesies abalon H. diversicolor yang hidup di perairan Taiwan.
Proyek budidaya kerang abalon yang dirintis para peneliti BBRBLPP Gondol ini terbilang sukses. Pasalnya, hingga kini BBRBLPP mampu mempercepat periode panen abalon dibandingkan menggunakan teknik pengembangbiakan secara alamiah.
“Budidaya abalon dari hulu ke hilir memakan waktu sampai 1,5 tahun. Sedangkan jika dihitung dari ukuran benih 2,5cm hingga ukuran konsumsi sekitar 5-6cm, abalon baru bisa dipanen setelah 8 bulan pemeliharaan. Kita terus berusaha untuk memproduksi abalon dalam waktu yang jauh lebih singkat, namun tetap berkualitas,” terang Ibnu, peneliti BBRBLPP.
Benih abalon hasil riset BBRBLPP, pada awalnya diproduksi pada Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Dari riset tersebut, selama dua bulan periode pemeliharaan dapat dihasilkan benih abalon dengan panjang cangkang 0,8-1,1cm dan sintasan 10-14 persen. Pada pemeliharaan lanjutan atau pendederan, benih abalon dalam keranjang tertutup dengan sistem terapung selama 2,5 -3 bulan, diperoleh benih abalon dengan panjang cangkang 2,5-3,0 cm dan sintasan mencapai 95-99 persen.
“Melalui data tersebut dapat diartikan bahwa budidaya abalon memiliki potensi yang tinggi. Penelitian kerang abalon ini dimulai dari koleksi dan transportasi induk, pematangan gonad, pemijahan, pemeliharaan veliger, dan juvenil abalon yang dilakukan dalam bak terkontrol. Sedangkan, pembesaran abalon dilakukan dalam bak semen dan juga keramba apung,” jelas Ibnu.
Dalam penelitiannya, sedikitnya terdapat 3 keuntungan dari teknologi budidaya abalon yang digalakkan BBRBLPP. Pertama, teknologi perbenihan abalon terbilang mudah dan sederhana untuk dilakukan oleh masyarakat pembudidaya dan dapat dilakukan sepanjang tahun. Kedua, produksi benih abalon tergolong efisien, ekonomis, dan layak dikembangkan karena dapat diterapkan secara terintegrasi di HSRT ikan laut sebagai alternatif usaha tambahan tanpa harus beralih profesi.
Ketiga, teknologi budidaya abalon sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia atau disinfektan, hanya menggunakan mikroalga dan makroalga jenis Gracillaria sp. dan Ulva sp. sebagai pakan pada proses produksi benih sehingga tidak mencemari lingkungan. Selain itu, cangkang abalon dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat perhiasan.
Karena itulah, budidaya abalon dinilai sangat menjanjikan. Dalam hitungan kasar, biaya produksi/ekor benih abalon adalah sekitar Rp600. Sementara saat ini benih abalon untuk pendederan sudah dijual seharga Rp1.000 untuk ukuran 1 cm. "Tak menutup kemungkinan keuntungan tersebut dapat bertambah mengingat teknologi budidaya abalon dapat diintegrasikan dengan komoditas lainnya seperti kerapu,” tutur Ibnu.
Kepala BBRBLPP, Bambang Susanto, mengatakan bahwa alasan dikembangkannya abalon di BBRBLPP karena teknologinya sudah dikuasai, dari pembenihannya, pendederan, pembesaran, hingga sudah diaplikasikan ke masyarakat. Selain di Gondol, saat ini BBRBLPP juga tengah melakukan transfer teknologi budidaya pembenihan abalon di wilayah Pangandaran, Jawa Barat, dan di Maluku. Bahkan di Maluku, budidaya kerang abalon sudah mulai dirintis pihak swasta dengan basis pemberdayaan masyarakat.
Masa depan budidaya kerang abalon sangat baik mengingat lahan yang cocok sangat luas. Terlebih pakan abalon terbilang mudah dan relatif murah, berupa makroalga/rumput laut yang banyak di alam maupun dari hasil budidaya.
"Selain untuk dikonsumsi, abalon juga memiliki nilai artistik karena kulit abalon dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kerajinan. Kita juga tengah memproduksi abalon dalam kemasan kaleng, sehingga pemasarannya tidak hanya merambah pasar lokal tapi juga mancanegara,” papar Bambang. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










