Wah....Usia Tanam Beras Hitam Lebih Singkat

Jumat, 28 September 2018, 15:28 WIB

Beras hitam

AGRONET—Ada temuan baru untuk beras hitam. Para peneliti Universitas Negeri Sebelas Maret [UNS] Solo, Jawa Tengah mampu memperpendek usia tanam beras hitam.

Usia tanam beras hitam memang lebih lama dari beras biasa. Padi biasa umumnya berusia sekitar tiga bulan dan sudah bisa dipanen. Sedangkan usia tanam beras hitam bisa mencapai empat sampai enam bulan.

Wakil Rektor I UNS, Sutarno, yang juga ketua Tim Peneliti Beras Hitam, menjelaskan bahwa timnya sudah bisa memperpendek usia beras hitam hingga tiga minggu. Dengan demikian, usia tanam beras hitam sudah bisa dipanen pada bulan kelima. “Kami akan terus meningkatkan dan memperbaiki hasil riset beras hitam,” ungkapnya dalam siaran pers kemarin [27/9].

Tim juga mampu mengubah fisik tanaman beras hitam. Kajian yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas MIPA [Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam] serta Fakultas Pertanian UNS itu bisa memperpendek ketinggian tanaman beras hitam.

Secara umum, tutur Sutarno, batang beras hitam bisa lebih pendek sekitar 15 hingga 2o cm dibanding ukkuran sebelumnya. Temuan baru ini dinilai lebih menguntungkan. “Tanaman menjadi kokoh dan lebih tahan tiupan angin. Risiko gampang roboh pun menjadi berkurang,” paparnya.

Dia berharap, temuan baru ini bisa menjadi daya tarik lain bagi masyarakat untuk membudidayakan beras hitam. Apalagi faktanya, beras hitam [terutama varietas lokal] masih sangat sedikit yang membudidayakan.

Menurut Sutarno, beras hitam ini memiliki banyak kelebihan. “Beras hitam mengandung antisionin tinggi yang bermanafaat untuk antioksidan dan antikolesterol. Setiap 1oo gram berasa hitam, kandungan antosianinnya bisa mencapai 2oo-4oo mg,” ujarnya.

Selain itu, kelebihan lain beras hitam adalah aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Rasanya pun, sambung Sutarno, tetap pulen dan baunya cenderung wangi. Ia menjelaskan, untuk memperpendek masa tanam beras hitam bisa dilakukan dengan iradiasi.

Penngembangan atas karakter beras hitam akan terus dilakukan UNS. Tim peneliti UNS melakukan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Nasional [Batan]. [442]