
Beras Hitam Jeliteng. | Sumber Foto:bbpadi.litbang.pertanian
AGRONET -- Di tengah pandemi Covid-19 ini, konsumsi nasi yang memenuhi kebutuhan karbohidrat dan kaya antosianin sangat dibutuhkan untuk imun tubuh. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini fungsi nasi sudah bergeser bukan hanya sebagai makanan untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi juga berfungsi khusus terutama untuk membantu menjaga kesehatan.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, telah melepas varietas padi hitam Jeliteng yang bermanfaat untuk kesehatan. Varietas Jeliteng memiliki produktivitas yang baik dengan rata-rata hasil gabah kering giling (GKG) sebesar 6,18 ton/ha dan potensi hasil 9,87 ton/ha. Tinggi tanaman kurang lebih 106 cm dan jumlah anakan produktif kurang lebih 19 batang, serta dapat dipanen sekitar 113 hari setelah sebar (HSS).
Beras hitam Jeliteng mempunyai tekstur nasi yang pulen dengan kandungan amilosa 19,6 persen. Kandungan senyawa fenolik yang merupakan senyawa aktif dengan banyak manfaat kesehatan dalam varietas ini sangat tinggi yaitu mencapai 7104,3 ± 417,9 mg GAE*/100 g BPK, hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan varietas padi lainya. Pigmen dalam beras dapat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung anti-oksidan atau anti inflamasi.
Mengkonsumsi nasi beras hitam dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang virus disamping manfaat-manfaat lain yang akan diperoleh. Diharapakan dengan dilepasnya padi hitam varietas Jeliteng, ketersediaan beras khusus yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan kesehatan bisa terpenuhi.
Selain itu, dengan dihasilkannya varietas beras khusus ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras fungsional dan penyediaan bahan pangan sehat. Dalam kondisi pandemi virus Corona ini, mengkonsumsi nasi beras hitam dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan imunitas tubuh. (BBPadi Litbang Pertanian/139)
Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Pertanian Papua, Sagu dan AI Jadi Pilar Ketahanan Pangan Mas
Minggu, 05 Juli 2026
Senin, 01 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
Jumat, 22 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Minggu, 08 Maret 2026








