
Beras hitam | Sumber Foto:Istimewa
AGRONET—Budi daya beras hitam mulai berkembang di Cianjur, Jawa Barat. Salah satu petani yang telah membudidayakan beras hitam sejak empat tahun lalu adalah Tantan Ahmad yang juga direktur Agenda Hijau Center.
Tantan menjelaskan, kemarin (10/9) di Cianjur, sambutan pasar cukup menggembirakan atas budi daya komoditas beras hitam. Salah satu daya tarik budi daya beras hitam lantaran komoditas ini merupakan konsumsi raja-raja Cina dan sultan-sultan Nusantara zaman dulu.
“Ada juga beras hitam lokal dari Jawa dan Sulawesi,” paparnya. Ia pun mengaku lebih suka membudidayakan beras hitam lokal.
Berdasarkan keterangan Tantan, nilai gizi beras hitam paling tinggi di antara yang lain. Urutan nilai gizi beras adalah: hitam, ungu, merah, cokelat, dan putih. Di samping itu, beras hitam juga memiliki kelebihan lain.
Beras hitam, ungkap Tantan, mengandung antisionin untuk antioksidan yang mampu melawan radikal bebas kanker, vitamin E untuk kesuburan, serta banyak mengandung serat. Beras hitam juga mengurangi kolesterol jahat, menurunkan gangguan jantung, untuk terapi diabet, dan mencegah alzheimer.
Dia berharap banyaknya kelebihan beras hitam ini bisa mengudang generasi milenial untuk tertarik membudidayakannya. “Nilai ekonomisnya juga lebih tinggi dibandingkan komoditas beras lainnya,” kata Tantan.
Harga gabah beras hitam bisa dua kali lipat dari beras biasa. Harga berasnya pun juga jauh lebih mahal dari beras putih. Artinya, jelas dia, kesejahteraan petani beras hitam lebih terjamin bila menanam berash hitam.
Menurut Tantan, tanaman beras hitam lebih ramah terhadap tanah dan air. Ini karena budi daya beras hitam menganut sistem 3R: reduce, reuse, dan recycle. (442)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










