Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks)

Cianjur Siap Tingkatkan Ekspor Manggis

Kamis, 30 Januari 2020, 10:57 WIB

Sentra produksi manggis nasional tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Sumatera Barat. (Gambar: Buah manggis Cianjur). | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Selama ini banyak yang belum tahu kalau buah manggis Cianjur Jawa Barat sudah menembus pasar Abu Dhabi dan Taiwan. Selama ini proses ekspor tidak langsung dari Cianjur, melainkan melalui distributor di Sukabumi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, saat ditemui di sela-sela panen dan bimbingan teknis di Cibeber, kemarin (28/1). Dia menyebutkan wilayahnya mempunyai potensi ekspor manggis yang cukup besar.

Dirinya menyebutkan saat panen raya, dalam sehari bisa mencapai 20 ton. Sebanyak 5 ton diperuntukkan untuk pasar luar negeri.

Mamad menyebutkan mereka memiliki keinginan untuk bisa langsung ekspor dari Cianjur. “Sementara kami akan memanfaatkan STA Cigombong untuk rintisan ekspor ke depan. Kemarin kami sudah uji coba ekspor manggis langsung ke Qatar. Jadi nantinya rantai pasar ekspor tersebut lebih efisien,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Manggista di Cibeber, Sarbini, optimistis ekspor manggis bisa dilakukan langsung dari Cianjur. Menurutnya, mereka sudah sering melakukan studi banding dan memperkaya ilmu pengetahuan termasuk tentang ekspor manggis.

"Kalau berbicara ekspor pasti akan memerlukan standar kualitas khusus. Budidaya dan penanganannya juga khusus. Persiapannya kami mulai dengan teknis budidaya sampai penanganan pascapanen, mengacu pada standar yang sudah ditetapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman, mengatakan Indonesia memiliki ragam buah khas tropis luar biasa yang mempunyai potensi ekspor buah-buahan tropis yang cukup besar. Produksi manggis sendiri terbesar ke lima di dunia setelah India, Cina, Kenya, dan Thailand.

“Produksi manggis dalam dua tahun terakhir meningkat. Catatan BPS menunjukkan produksi 2017 mencapai 161.751 ton dan disusul pada 2018 naik menjadi 228.148 ton. Pangsa pasar di luar negeri sangat terbuka lebar, mulai dari kawasan Eropa, Timur Tengah, Australia, maupun Asia. Sebanyak 25 persen produksi nasional untuk memenuhi pasar ekspor tersebut,” papar dia. 

Liferdi menyebutkan pada 2019 Indonesia sudah ekspor manggis sampai 24,7 ribu ton dengan nilai transaksi 35 juta US$. Pihaknya menyebutkan akan terus mendorong akselerasi dan peningkatan ekspor.

“Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian untuk melejitkan ekspor pertanian hingga tiga kali lipat. Kami pasti akan mengapresiasi daerah-daerah yang punya komitmen dan kontribusi terhadap peningkatan ekspor manggis ini,” jelas Liferdi.

Manggis atau dijuluki The Queen of Tropical Fruit ini, rasanya manis, kaya akan senyawa anti oksidan, dan anti inflamasi. Dewasa ini di dalam negeri sudah banyak berkembang industri olahan kulit manggis sebagai bahan obat herbal sekaligus kosmetik. (139)