
Seminar Nasional Program Studi Peternakan pada Program Sarjana dan Magister Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan tema “Pengembangan Jagung dan Sapi Potong Berbasis Integrated Farming System” | Sumber Foto:UGN
AGRONET -- Program Studi Peternakan pada Program Sarjana dan Magister Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Gorontalo dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Gorontalo melaksanakan kegiatan Seminar Nasional dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan seminar berlangsung di Hotel UTC Damhil UNG Jalan Joesoef Dalie Kota Gorontalo (9/12).
Tema yang diusung “Pengembangan Jagung dan Sapi Potong Berbasis Integrated Farming System”. Semangat penyelenggaraan seminar nasional berangkat dari kebijakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan. IKN baru akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.
Pemateri pertama, yaitu Ir. Didiek Purwanto, IPU Ketua Umum Pengurus Besar ISPI dan Ketua Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo). Pemateri kedua adalah Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc, Guru Besar Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin dan merupakan pakar Integrated Farming System.
Didiek Purwanto menyatakan bahwa peluang pengembangan peternakan sapi potong di Provinsi Gorontalo sangat besar jika dilihat dari potensi biomassa tanaman pangan dan perkebunan. Biomassa tanaman pangan, terutama hasil ikutan dan limbah tanaman jagung dan padi yang masih melimpah dapat digunakan sebagai pakan sapi potong.
Potensi biomassa jagung dan padi harus dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan populasi ternak yang pada akhirnya secara ekonomi dapat meningkatkan pendapatan petani dan peternak. Pelaku usaha ternak sapi potong dan feedloter dengan dengan kepemilikan ternak sapi potong lebih dari 10 ribu ekor ini memaparkan pentingnya implementasi teknologi dan mekanisasi dalam usaha ternak, terutama dalam menjamin ketersediaan pakan.
Teknologi fermentasi pakan berupa silase yang disimpan di silo dapat menjaga kualitas, kuantitas, dan sustainabilitas penyediaan pakan. Ke depan Gorontalo harus memikirkan untuk tidak hanya melakukan pengiriman ternak hidup, tetapi juga dapat berupa produk daging beku atau produk olahan daging sehingga semakin meningkatkan nilai tambah (value-added) serta pendapatan peternak dan pengusaha peternakan.
Didiek memotivasi mahasiswa dan sarjana peternakan agar tidak lagi hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi harus berorientasi menjadi pengusaha peternakan yang masa depannya prospektif dan lebih menjanjikan. Direktur Utama PT Karunia Alam Sentosa Abadi (KASA) ini siap memfasilitasi mahasiswa jika berminat melakukan kegiatan Magang pada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama enam bulan di tempat usahanya.
Selain itu, ISPI bekerja sama dengan Indonesia-Australia Red Meat and Cattle Partnership (RMCP) dalam mencetak lulusan yang kompeten. Saat ini. lebih dari 100 orang sarjana muda (fresh graduate) lulusan dari beberapa program studi peternakan untuk belajar langsung pada usaha peternakan di Australia.
Syarat utama program ini adalah lulusan baru dengan kemampuan Bahasa Inggris. Program ini diharapkan dapat melahirkan pengusaha muda baru di bisnis peternakan. Sebagian peserta yang telah menyelesaikan magang bahkan telah direkrut di perusahaan tempat magang.
Sedangkan paparan Prof. Yunus Musa menyampaikan bahwa pengembangan jagung memiliki banyak manfaat. Mulai dari sumber pangan, bahan baku industri, hingga sebagai pakan ternak.
Produk primer dapat dimanfaatkan sebagai pakan utama ternak unggas. Produk sampingan (secondary product) serta limbahnya (waste) dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi potong. Namun demikian, upaya pengembangan jagung harus tetap mempertimbangkan aspek teknis dan lingkungan dengan memperhatikan kesesuaian lahan untuk budi daya jagung.
Pengembangan peternakan dengan model integrasi jagung dan sapi potong di Provinsi Gorontalo adalah suatu keniscayaan yang dapat meningkatkan penghasilan petani dan peternak. Sistem integrasi jagung dan sapi potong akan lebih efektif diterapkan pada model pemeliharaan ternak secara intensif atau dikandangkan. Potensi biomassa jagung sangat besar untuk pakan ternak.
Perlu adanya perubahan mindset petani dan peternak dalam pemanfaatan potensi yang ada. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta introduksi dan implementasi teknologi pakan perlu terus dikawal baik oleh akademisi maupun pemerintah.
Seminar nasional dihadiri oleh undangan dari pimpinan fakultas se-UNG, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi Pertanian, Peternakan, dan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Bank Indonesia sebagai sponsor utama kegiatan.
Peserta berasal dari OPD yang membidangi agrokompleks di dalam dan luar Provinsi Gorontalo, civitas akademika Fakultas Pertanian UNG, anggota Pengurus Wilayah ISPI Gorontalo dan PATPI Cabang Gorontalo, serta mahasiswa Program Studi Peternakan pada Program Sarjana dan Magister UNG. Kegiatan ini diagendakan akan dilaksanakan setiap tahun secara berkelanjutan dalam bentuk seminar nasional berseri. (LOS/269)
Sumber :
La Ode Sahara
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










