
Tagrinov BPTP Yogyakarta Berhasil Mengembangkan Kangkung Dari NTB ( Nusa Tenggara Barat ) | Sumber Foto:BPTP
AGRONET -- Taman Agro Inovasi (Tagrinov) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta pada Tahun 2021 telah mengembangkan kangkung NTB menggunakan biji dengan produksi yang cukup bagus. Selain menggunakan biji, kangkung dapat juga dikembangkan melalui stek batang dengan batang yang sudah tua yang nantinya perakaran akan keluar melalui ruas.
Tanaman kangkung mempunyai daya adaptasi yang cukup luas terhadap kondisi iklim tropis. Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) atau lebih dari 2 ribu meter diatas permukaan laut (mdpl), dan sinar matahari yang cukup. Kangkung bisa tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 pekan semenjak dari benih dan perawatannya pun tak terlalu susah.
Kebihan kangkung NTB dibanding dengan kangkung lainnya adalah: secara fisik kangkung NTB sangat mudah dikenali dari bentuknya yang tampak sangat gemuk, tekstur daun berserat halus, terlihat sangat segar, tidak elastis dan cepat patah serta panjangnya mencapai 30 s/d 40 cm. Dan setelah dimasak baik daun maupun batangnya enak, lunak, renyah, dan tidak berlendir.
Dengan keberhasilan kangkung ditanam di Taman Agro Inovasi (Tagrinov) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta maka kangkung NTB sangat berpotensi dikembangkan di D. I Yogyakarta sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan kangkung di restoran, hotel, lesehan, warung dan obyek wisata yang menyediakan plecing dan pecel yang saat ini mendatangkan kangkung dari NTB.
Sumber:
BPTP BALITBANGTAN YOGYAKARJA
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










