
Penandatanganan kerjasama BBPOPT Kementan dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). | Sumber Foto:Humas Kementan
AGRONET -- Peran serta dan sinergisitas antar lembaga menjadi salah satu faktor keberhasila program Kementerian Pertanian (Kementan). Terutama peran perguruan tinggi atau kampus sebagai wadah keilmuan perlu diaplikasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.
Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementan salah satu unit kerja yang mulai menggandeng peran serta perguruan tinggi. Bertempat di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dilakukan kontrak kerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS, Selasa (24/11).
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian Samanhudi mengungkapkan rasa sukacitanya bisa bekerjasama dengan BBPOPT sebagai instansi pemerintah yang bergerak dalam pertanian khususnya perlindungan tanaman dan peramalan. “Mari kita lakukan ini dengan baik dan berkesinambungan,“ harap Samanhudi.
Menanggapi hal tersebut Kepala BBPOPT, Enie Tauruslina Amarullah, menerimanya dengan sangat antusias. Ia berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kedua belah pihak.
"Kerjasama ini sendiri dilatarbelakangi oleh visi misi dan semangat kami untuk memajukan pertanian di Indonesia. Semoga dengan kerjasama ini akan tercipta sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan pertanian modern yang sedang kami kelola,“ terangnya.
Enie menambahkan mengapa UNS dijadikan sebagai mitra kerjasama, sebab UNS merupakan salah satu Universitas yang masuk 10 besar universitas terbaik tingkat nasional, dan termasuk yang juga konsen dalam pengembangan pertanian. Dia pun berharap ke depan kerjasama ini bisa lebih ditingkatkan.
Point dari kerjasama ini adalah program praktek kerja mahasiswa yang merupakan bagian dari kegiatan kurikuler untuk menambah kompetensi/capaian pembelajaran mahasiswa dalam unsur keterampilan khusus. Juga Kerjasama penelitian di bidang-bidang yang terkait dengan kepentingan bersama.
Selain itu adanya pertukaran produk-produk penelitian ilmiah dan pertukaran informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan kepentingan bersama. Di samping itu kerjasama ini juga mengadakan sponsorship terhadap seminar-seminar kerjasama, lokakarya, dan pertemuan- pertemuan ilmiah lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Mustagfirin, Kepala Bidang Program dan Evaluasi BBPOPT, menyampaikan selayang pandang tentang visi misi Balai Besar Peramalan OPT. “ Saya menaruh harapan besar dengan adanya Kerjasama ini akan mampu mendukung kinerja balai, serta menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian,“ ujar Mustagfirin.
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan dengan kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan kuaitas pertanian yang memang tidak bisa tanpa bantuan perguruan tinggi. “Dengan melibatkan perguruan tinggi, tentu akan lebih memaksimalkan berbagai tujuan yang ingin dicapai dalam upaya meningkatkan produksi pertanian," ujar Suwandi. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










