Ringankan Warga, Kementan Bantu Sembako hingga Benih Sayur dan Buah

Selasa, 19 Mei 2020, 06:41 WIB

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto (kanan), saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga. | Sumber Foto: Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memberikan bantuan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar. Bantuan diberikan untuk meringankan beban warga yang terkena dampak COVID-19. Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), agar jajarannya turut berbagi dengan warga sekitar.

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, mengatakan pihaknya memahami besarnya efek domino dari pandemi virus ini. "Alhamdulillah di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Ditjen Hortikultura bisa berbagi. Ini merupakan partisipasi dari para pegawai Ditjen Hortikultura. Bantuan ini diberikan minimal untuk sekitar kawasan kantor," ujar Anton-sapaannya-di Kantor Ditjen Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/5).

Anton menambahkan, rencananya bantuan yang diberikan akan berlanjut. Ke depan, Ditjen Hortikultura akan memetakan kembali pemberian bantuan kepada warga. "Insya Allah tidak hanya hari ini saja. Nanti akan ada bantuan lainnya," tambah alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Paket sembako yang diberikan antara lain minyak goreng, beras, makanan ringan, hingga mie instan. Bantuan diberikan kepada warga sekitar kantor, daerah Jatipadang, Karang Pola, Pasar Minggu, juga kepada awak media, tim cleaning service, dan satuan pengamanan Ditjen Hortikultura. Serah terima paket bantuan langsung dilakukan oleh Anton secara simbolis kepada beberapa perwakilan penerima.

Dalam kesempatan itu, Anton juga memaparkan bahwa stok pangan khususnya komoditas hortikultura aman dan stabil. Hal tersebut terlihat pada early warning system (EWS) atau sistem pemantauan stok komoditas hortikultura Ditjen Hortikultura.

"Semua terkendali, baik harga maupun stok. Bawang merah memang sempat gangguan karena ada pergeseran pola tanam dan faktor musim kemarau. Tapi kami jamin semuanya sudah normal," ungkap dia.

Sementara itu, salah seorang warga, Ahmad Zarkasih mengapresiasi upaya Ditjen Hortikultura memberikan bantuan. Menurutnya, di tengah pandemi COVID-19, kebutuhan sembako sangat diperlukan. "Karena seperti saya ini (driver online), sudah tidak bisa bawa penumpang, cuma boleh angkut barang. Penghasilan menurun drastis," ujar Zarkasih, warga Jati Padang, Jakarta Selatan.

Dia berharap pemerintah terus memperhatikan masyarakat kurang mampu, terutama bagaimana memberikan suplai bantuan secara berkelanjutan. "Semoga dari Kementan ini terus berlanjut. Terima kasih Bapak Dirjen," tutup dia.

Salurkan Bantu Benih

Dalam kesempatan itu, Anton menegaskan Kementan akan mengawal proses distribusi kebutuhan pangan. Mentan SYL, ujar dia, telah menginstruksikan untuk memantau secara intensif. "Tidak boleh ada hambatan untuk distribusi pangan. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," tegas Anton.

Dia menambahkan, Kementan juga men-support cost biaya distribusi hasil panen petani. Ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya yang harus mereka keluarkan. Anton juga menyebutkan dalam waktu dekat Kementan bakal memberikan bantuan benih sayur dan buah kepada masyarakat. Salah satu tujuannya untuk membantu kecukupan pangan dan ekonomi warga.

"Benih yang nanti diberikan sifatnya waktu panennya pendek. Seperti sayuran, buah-buahan melon, semangka, dan sejenisnya. "Insya Allah mulai didistribusikan akhir Mei ini," jelas Anton.

Selain kepada petani, Kementan juga memberikan diskon untuk pembelian komoditas hortikultura. Teknisnya, Kementan bekerja sama dengan startup berbasis pertanian. "Salah satunya Kedai Sayur. Mereka sudah bermitra dengan ribuan petani. Jadi masyarakat yang membeli sayur mayur via online, nanti ada diskon khusus," kata Anton.

Dia berharap beragam stimulus bantuan yang diberikan Kementan bisa mengurangi beban masyarakat, termasuk para petani. Biaya distribusi akan dibantu oleh Kementerian Pertanian, harga di produsen akan sama yang diterima oleh wilayah yang didistribusikan.

"Saya dengan seluruh jajaran komitmen, juga komitmen menjaga pangan. Meski dalam masa WFH (work from home) kami berharap tidak ada gejolak, kami pantau terus. Semoga COVID-19 segera berlalu, kita harus optimis bangkit," tutup Anton. (139)