Program Kewirausahaan Tani Dorong Anak Muda Jadi Konglomerat

Jumat, 11 Oktober 2019, 20:35 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbincang dengan pemuda tani saat peluncuran program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda untuk sektor pertanian, di Jakarta, Jumat (11/10). | Sumber Foto:Agronet/360

 

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) meluncurkan program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda untuk sektor pertanian, Jumat (11/10).

Acara yang juga dihadiri ratusan pengusaha muda ini digelar di ruang Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta. "Wirausaha ini sangat penting karena seperti arahan bapak presiden bahwa added value itu ada di processing. Jadi, ketika di hulu keuntunganya tidak terlalu besar, maka kita bisa naikkan nilai di bagian processing alias di hilir. Makanya kita perlu mengedukasi anak muda bahwa pertanian saat ini sudah modern dan berteknologi canggih," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada acara tersebut.

Amran mengatakan, untuk mendukung pengembangan tersebut, Kementan sejak 5 tahun lalu sudah menyediakan berbagai alat mesin pertanian serta pemenuhan bibit dan benih unggul yang dibagikan secara gratis. Menurut dia, semua bantuan itu merupakan komitmen pemerintah dalam mendorong majunya usaha tani generasi muda.

"Sekarang yang penting adalah meyakinkan mereka bahwa jadi pengusaha muda itu perlu yakin dalam mencapai keberhasilan. Jadi kita tanamkan dulu keyakinan kita, lalu motivasi mereka bahwa tidak ada yang tidak bisa untuk menjadi konglomerat," katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti menjelaskan, pelaksanaan program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk para pengusaha dan jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia. "Kita akan men-support mereka untuk mencintai bidang pertanian agar menjadi agro sociopreneur. Nah, untuk mengimplementasikannya, kita bekerja sama dengan pengusaha, Pemda, Kemenaker, Kementerian Koperasi, Bappenas, dan Kementerian Keuangan," katanya.

Menurut Idha, program ini ditargetkan dapat mendorong ribuan generasi muda yang awam dengan dunia bisnis pertanian. Sebab, secara konsep program wirausahaan adalah inkubator bisnis yang dapat mendorong anak muda menjadi konglomerat kecil.

"Yang jelas pengusaha muda ini akan mendapatkan dukungan penuh baik berupa pengembangan kapasitas atau penguatan akses finansial dari perbankan yang sudah kita bangun networking-nya," katanya.

Ke depan, kata Idha, pemerintah akan memfokuskan diri pada titik hasil dari alat project yang dimiliki di setiap provinsi, dari Sabang sampai Merauke. "Tentu kita juga akan melakukan evaluasi pada titik-titik keberhasilan itu," katanya.

Sutarjo, salah satu peserta yang mengikuti program kewirausahaan ini mendukung target pemerintah dalam mengembangkan usaha tani anak muda di berbagai daerah. Pria yang juga merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor ini mengaku tak sabar mengakselerasi dunia bisnis tani dengan anak muda di daerah lain.

"Apalagi, sekarang kita memasuki tahapan revolusi industri 4.0, tentu semuanya harus smart seperti apa yang disampaikan Bapak Menteri tadi, bahwa pertanian kita sudah tidak kotor-kotoran lagi, sekarang semuanya sudah teknologi dan smartphone," ujar dia. (360)