
Pertanian perkotaan. | Sumber Foto:Sydney.edu.au
AGRONET -- Untuk menjawab perkembangan zaman di bidang pertanian modern, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menyiapkan sumber daya guna menangkap peluang urban agriculture. Upaya ini antara lain melalui revitalisasi sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) pertanian.
Kasubdit Pembinaan Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud, M Widianto, Minggu (28/4) dalam keterangannya menuturkan salah satu upaya yang dilakukan dengan mengembangkan jurusan kompetensi keahlian pertanian berbasis kota (urban agriculture). Menurut dia pola pertanian berbasis kota menjadi salah satu model pertanian favorit di Asia Tenggara.
"Tantangan ke depan harus dijawab dengan menyiapkan tenaga-tenaga terampil bidang pertanian modern. Terlebih lagi, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan pertanian yang lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pekan lalu, melakukan pencanangan penerapan kompetensi urban agriculture melalui jurusan kompetensi agribisnis pangan dan hortikultura. Jurusan ini menjadi unggulan dari enam kompetensi keahlian yang ada di SMK Negeri 1 Bawen.
Kepala SMK Negeri 1 Bawen, Jumeri, menjelaskan urban agriculture di sekolah tersebut merupakan jurusan baru untuk menjawab kebutuhan SDM pertanian masa mendatang. Menurutnya, saat ini generasi milenial tidak lagi tertarik dengan pertanian konvensional.
"Untuk itu pola pikir milenial sudah harus diubah. Hal itu supaya mereka dapat terus mengembangkan pertanian meski di wilayah perkotaan yang ketersediaan lahannya cukup terbatas," pungkasnya. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










