KKP Gandeng FAO , Tingkatkan Potensi Sidat

Rabu, 03 April 2019, 08:14 WIB

Ikan sidat | Sumber Foto:BKIPM KKP

AGRONET-- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), Badan Pangan Dunia, untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya sidat dan mengatasi keterbatasan data dan informasi populasinya. Melalui pendataan sidat ini merupakan salah satu komitmen Indonesia dalam menjaga sumber daya sidat secara lestari dan berkelanjutan.

Kerja sama terlaksana dalam program Mainstreaming Biodiversity Conservation and Sustainable Use into Inland Fisheries Practices in Freshwater Ecosystems of High Conservation Value (I-Fish). Kegitan dilaksanakan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) pertengahan Maret 2019 lalu.

Pogram diisi berupa pelatihan untuk pelatih dan pemantauan populasi sidat (stadia glass eel). Hadir 60 orang peserta yang terdiri dari nelayan, pengepul, penyuluh, pemerintah daerah Kabupaten Cilacap dan Sukabumi, WWF, swasta pembudi daya sidat, dan lainnya.

Sidat bersifat katadromous dengan wilayah pemijahan dan pertumbuhan larva di laut dan selanjutnya mengalami perkembang ke dewasa di perairan darat.  Mengingat lokasi pemijahan larva belum diketahui secara pasti maka upaya pendataan populasi dilakukan pada stadia glass eel yang mulai banyak ditangkap untuk keperluan budi daya (pembesaran) dan induk untuk mengetahui gambaran stok populasi di alam.

Pelatihan ini berdasarkan pada panduan pemantauan populasi sidat stadia glass eel yang disusun oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut beserta pakar dari Pusat Riset Perikanan, dan LIPI serta tim I-Fish FAO.  Dalam pertemuan ini juga dibangun komitmen jejaring pengumpulan data populasi sidat di Kabupaten Cilacap dan Sukabumi dengan salah satu rencana aksi dilakukan pendataan dan pelaporan hasil pemantauan populasi secara rutin dan terstandar untuk mengetahui status pengelolaannya. (591)