Harga gula dunia pada April lalu naik 17,6 persen dari Maret.

Kantor pusat FAO di Roma, Italia. | Sumber Foto:Alessandra Benedetti/FAO
AGRONET -- Indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat harga gula dunia pada April lalu naik 17,6 persen dari Maret. Ini menyentuh harga tertingginya sejak Oktober 2011.
Lembaga yang bermarkas di Roma itu mengatakan, kenaikan harga gula ini dipicu kekhawatiran berkurangnya pasokan gula dunia setelah prediksi produksi dari India dan Cina direvisi. Produksi Thailand dan Uni Eropa juga lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya.
Dikutip dari Mint, Jumat (5/5/2023) harga gula naik karena penurunan produksi yang disebabkan cuaca buruk dan volatilitas pasar. Harga gula mentah diperdagangkan pada angka tertingginya dalam 11 tahun dan harga gula India naik empat bulan berturut-turut sampai April.
Selain gula, FAO juga mencatat indeks harga daging yang naik 1,3 persen dari bulan sebelumnya, produk susu turun 1,7 persen, minyak sayur turun 1,3 persen dan sereal turun 1,7 persen. Penurunan harga biji-bijian melampaui kenaikan harga beras.
FAO memperkirakan produksi biji-bijian dunia pada tahun 2023 sekitar 785 juta ton. Ini sedikit di bawah produksi tahun 2022, meski masih terendah kedua dalam catatan sejarah.
FAO menaikkan proyeksi produksi sereal dunia pada 2023 menjadi 2,785 miliar ton dari sebelumnya 2,777 miliar. Proyeksi tersebut hanya turun 1 persen dari tahun sebelumnya. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










