
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai memberikan kuliah umum di Universitas Cokroaminoto, Makassar. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan
AGRONET -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan transformasi di segala bidang adalah sebuah keniscayaan. Pemuda atau mahasiswa dengan semangat dan daya juang tinggi dapat menjadi agen perubahan agar menghasilkan pembangunan yang lebih baik dan mampu bersaing di dunia global.
Hal tersebut dikatakan Amran saat memberikan kuliah umum di hadapan Civitas Akademika Universitas Cokroaminoto, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/11). “Ini sudah dilakukan Kementerian Pertanian, banyak perubahan yang dihasilkan dalam beberapa tahun terakhir ini,” ucapnya.
Lebih jauh Amran memaparkan, perubahan itu diawali revolusi internal di Kementan. Sebanyak 241 regulasi dihapus karena dinilai tidak lagi sesuai dengan percepatan pembangunan pertanian.
Dari sisi anggaran, jelas dia, ada Rp800 miliar anggaran perjalanan dinas dan seremonial dialihkan untuk kepentingan petani. “Kami fokuskan dana itu untuk membeli bibit, obat-obatan, dan mesin untuk petani,” tegasnya.
Hasilnya sangat signifikan, dari sebelumnya negara pengimpor pangan, saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengekspor pangan. “Ada peningkatan ekspor sebesar 24 persen dengan nilai mencapai Rp441 triliun. Pemanfaatan teknologi juga berdampak besar bagi peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Amran menambahkan dengan menggunakan alat dan mesin pertanian, bisa menghemat Rp361 triliun. “Coba bayangkan, jika menanam padi secara manual, untuk satu hektare kita butuh 25 hari. Tapi dengan alsintan (mesin pertanian), cukup tiga jam saja,” ungkapnya.
Penggunaan alsintan juga bisa menekan angka kehilangan hasil panen yang sebelumnya bisa mencapai 10 persen. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian menggenjot pemanfaatan alsintan hingga mengalami kenaikan mencapai 2.000 persen.
Kementerian Pertanian sudah mengembangkan traktor yang bisa dioperasikan secara otomatis. “Petani bisa melakukan tanam dan panen dari rumah. Semuanya sudah diprogram tanpa harus dikemudikan sendiri. Jadi, sambil bercengkerama di rumah, tanam dan panen tetap bisa jalan,” ucapnya.
Amran juga mengungkapkan salah satu terobosan yang dilakukan di era Pemerintahan Jokowi-JK adalah asuransi pertanian. Asuransi ini untuk melindungi petani dari risiko kerugian akibat kegagalan panen karena bencana alam dan serangan hama. Tidak hanya itu, program asurasi juga sudah diperluas ke sektor peternakan berupa asuransi bagi ternak sapi.
Amran juga mengungkapkan sebagai negara agraris, Indonesia punya potensi yang sangat besar, sehingga berani menargetkan untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Ada dua potensi besar yang sedang dibangkitkan, yakni pemanfaatan lahan rawa dan optimalisasi lahan tadah hujan.
“Ada 10 juta hektare lahan rawa yang kita manfaatkan. Caranya dengan meningkatkan indeks pertanaman. Jika sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun, dengan segala teknologi yang ada bisa kita tanam tiga kali dalam setahun,” paparnya.
Potensi kedua adalah lahan tadah hujan yang hanya bisa dimanfaatkan ketika musim hujan saja. Namun dengan membangun embung, lahan tadah hujan tersebut juga bisa ditingkatkan indeks pertanamannya. (591)
Rabu, 22 Juli 2026
Minggu, 05 Juli 2026
Senin, 01 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
Jumat, 22 Mei 2026
Senin, 07 September 2026
Sabtu, 05 September 2026









