
Para pembudi daya menimbang ikan hasil panen. | Sumber Foto: Istimewa
AGRONET -- Pondok pesantren di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat mengambil peluang dalam pengembangan budi daya perikanan air tawar. Hal itu seiring pertumbuhan industri makanan, pariwisata, dan peningkatan konsumsi, budi daya ikan menjadi usaha menjanjikan.
Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (NU) DIY mengajak warga nahdliyin untuk terus mengembangkan sektor perikanan. Khusus kepada para santri dalam lima tahun terakhir terus diajak untuk peningkatkan budi daya ikan.
Pengurus pengembangan pertanian NU DIY, Beny Susanto, Sabtu lalu (13/10), menjelaskan produksi ikan DIY masih kurang. Padahal, katanya, potensi pengembangan perikanan terutama perikanan air tawar sangat besar.
"Dengan kegiatan budi daya merupakan salah satu bentuk bersyukur. Kita manfaatkan karunia Tuhan dengan mengolah tanah terlantar menjadi usaha produktif,” ujarnya.
Dia menjelaskan beberapa pesantren telah sukses dalam budi daya ikan gurami, nila, dan patin. Seperti, pesantren An-Nur Ngrukem, Lintang Songo Piyungan, dan pesantren Sunan Kalijaga Gesikan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Menurutnya, saat ini budi daya masih banyak dilakukan perorangan. Padahal akan lebih hemat dan menguntungkan jika dilakukan dalam bentuk kelompok tani.
Dinas Kelautan dan Perikanan DIY mencatat pada tahun 2017 konsumsi ikan masyarakat sebesar 111.600 ton per tahun. Sementara produksi budi daya dan penangkapan hanya 96.900 ton, artinya masih kekurangan sekitar 14.600 ton per tahun. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










