Kontes Ternak Jabar 2018 Digelar di Tasikmalaya

Senin, 16 Juli 2018, 13:01 WIB

Poster Kontes Ternak 2018 | Sumber Foto:kontesternak2018/instagram

AGRONET--Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Kontes Ternak Tingkat Jawa Barat Tahun 2018 atau yang ke-37 sebagai motivasi bagi peternak untuk menyediakan bibit pengganti bagi induk-induk yang sudah tidak produktif dan guna meningkatkan daya saing produksi.

Kontes Ternak ini pertama kali diadakan pada tahun 1981. Peserta kontes tahun ini sendiri berjumlah 500 undangan. Dari peserta yang terdaftar akan ada 700 ekor ternak yang akan ikut lomba. Dengan kategori lomba terdiri dari: ternak domba, sapi, ayam, pejantan, ratu bibit, hingga pedet.

Dewi Sartika, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, mengatakan, Kontes Ternak ini juga merupakan bagian dari edukasi pihaknya kepada peternak dan lingkungan sekitarnya agar tingkat ketersedian bibit-bibit unggul di Jawa Barat senantiasa terjaga.

"Kontes Ternak ini juga bertujuan melestarikan dan mengembangkan plasma nutfah Jawa Barat seperti Domba Garut, Sapi Pasundan, Ayam Sentul, dan Itik Rambon, serta sebagai evaluasi tahunan bagi para petugas terhadap perkembangan ternak dan agribisnis," katanya.

BERITA TERKAIT

Kontes Ternak 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat akan dilaksanakan pada Selasa hingga Kamis, tanggal 17-19 Juli 2018 di Lapangan Dadaha Jalan Lingkar Dadaha Nomor 246 Cihideung Kota Tasikmalaya.

Adapun sasaran yang diinginkan dari Kontes Ternak Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 ini, lanjut Dewi, adalah agar bisa memperoleh ternak lokal dari empat komoditi dengan 12 kategori atau 36 ekor yang secara teknis memenuhi kriteria bibit minimal sesuai PTM sehingga bisa diberikan penghargaan dan dapat diperlihatkan kepada masyarakat.

Dewi menambahkan, perkembangan peternakan saat ini sangatlah komplek dengan kebutuhan sumber protein asal hewan yang terus meningkat tidak dibarengi dengan ketersedian bakalan ternak yang tersedia di lapangan. Solusinya bibit merupakan kunci utama dalam pencapaian ketersedian bakalan ternak yang berkualitas.

"Penyediaan bibit meliputi kualitas dan kuantitas, diharapkan mampu mengatasi keberlangsungan peternakan di masyarakat yang mana bakalan rata-rata didapatkan dari luar daerah sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi keberlangsungan peternakan tersebut," kata Dewi. (Pemprovjabar/Pun/222)

BERITA TERKAIT