Pemeliharaan Broiler dengan Blower

Kamis, 17 Agustus 2017, 22:07 WIB

Sistem Kandang Close House Upgrade | Sumber Foto:Sugeng Aji Santoso

AGRONET - Pemeliharaan ayam broiler akan lebih efisien bila memanfaatkan blower. Sugeng Aji Santoso, Peternak ayam broiler, mengatakan, ”Semula pemeliharaan dengan kandang open. Baru satu tahun ini meng-upgrade kandang dengan menambahkan blower dan cooling pad. Istilahnya close house upgrade.”

Memulai usaha peternakan ayam broiler tidak harus memiliki lahan yang luas. Cukup dengan membuat menambahkan blower dan cooling pad pada kandang yang sudah ada, maka jadilah close house. Sugeng, yang sudah mengeluti peternakan ayam sejak 2006 ini menyarankan untuk peternak yang mempunyai kandang open, jika kondisi produksi kurang optimal, lebih baik melakukan upgrade kandang.

Dengan sistem kandang close house, ternak akan merasa lebih nyaman dan ini akan berdampak pada peningkatan profit. Selama menerapkan sistem kandang close house upgrade, Sugeng menerapkan perkembangan teknologi dalam pemeliharaan, seperti untuk pengaturan sanitasi, temperatur, kelembaban, pakan dan minum ayam broiler. Urusan sanitasi bukan hanya melulu soal sanitasi kandang, namun juga sanitasi para pekerja kandang.

Blower dan cooling pad berperan dalam mengendalikan temperatur dan kelembaban dalam ruangan. Posisi blower terdapat pada ujung kandang dan berfungsi menarik udara yang berada di dalam kandang. Sedangkan cooling pad yang berada di samping kandang, berfungsi mengalirkan air untuk mengoptimalkan suhu dan kelembaban di dalam kandang.

Peternak yang fokus pada ayam broiler ini menyebutkan, ”Ilmu pemeliharaan broiler berkembang terus, contohnya tempat minum.” Sugeng sempat menggunakan galon atau tempat minum manual untuk memenuhi kebutuhan minum ayam broiler, tetapi ternyata tidak efisien.

”Untuk mempermudah pemberian minum saya menggunakan galon otomatis. Satu galon untuk 50 ekor ayam,” ujarnya. Seiring berkembangnya metode pemeliharaan, tempat minum model ini lebih banyak menghabiskan ruang. Sugeng mengunakan alternatif lain, menggunakan nippel. Satu buah nippel untuk 10 ekor ternak, sehingga tidak menghabiskan banyak ruang. Efisiensi ruang pun sangat terasa jika mengaplikasikan sistem close house upgrade ini.

Semula Sugeng memelihara 4000 ekor. Dalam 1 m2 kandang open hanya mampu menampung 7 ekor ayam broiler dengan body weight panen di atas 2kg.  Setelah di upgrade dapat menampung 13 sampai 15 ekor ternak per m2. Kandang yang berlokasi di Panunggangan, Pengadegan, Purbalingga, Jawa Tengah, kini dapat menampung 12.500 ekor ayam broiler.

Tidak ada penambahan jumlah kandang. Masih sama seperti awal merintis usaha. Sugeng memiliki dua unit kandang berukuran 7x40 meter dan 7x28 meter. Perbedaannya terletak pada jumlah lantai kandang. Dulu hanya satu lantai, setelah memanfaatkan blower dan cooling pad menjadi dua lantai.

Peternak yang sudah jatuh bangun dalam pemeliharaan ayam broiler ini, masih menganggap usaha ini memiliki prospek jangka panjang. Sehingga ia tidak ragu untuk meng-upgrade kandangnya. Dengan kocek terjangkau dan prospek usaha yang jelas kenapa tidak meng-upgrade sistem pemeliharaan broiler dengan memanfaatkan blower. (269)

 

BERITA TERKAIT