Susi Ajak Mahasiswa Poltek KP Sorong Jadi Ahli Kelautan

Selasa, 20 Maret 2018, 16:23 WIB

Menteri KKP Susi Pudjiastuti bersama civitas akademi Poltek KKP Sorong.


AGRONET – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berkunjung ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Papua Barat, Sabtu (17/3). Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi berkesempatan memberi arahan umum di hadapan mahasiswa Poltek, taruna/i SUPM Sorong, dosen dan guru yang hadir. Susi berpesan agar mahasiswa menjadi ahli kelautan dan perikanan yang dapat diandalkan bangsa dan negara, salah satunya dengan berupaya menjaga apa yang telah berhasil diraih negara.

Indonesia telah behasil menjadi negara terdepan dalam pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Menurutnya, setidaknya lebih dari 500 kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia tanpa membayar pajak dan merusak lingkungan berhasil dibersihkan dari Perairan Sorong. Sebelumnya, kapal asing tersebut dengan menggunakan alat tangkap trawl maupun gillnet yang panjang dan purse seine berukuran besar telah menghabiskan sumber daya ikan di laut Papua.

“Kalian dididik untuk menjadi ahli-ahli kelautan dan perikanan, dan budidaya. Ibu berharap nanti kalian bekerja di perusahaan-perusahaan yang benar. Yang benar itu dalam arti kata bukan perusahaan illegal fishing, perusak lingkungan, menyelundupkan barang-barang terlarang. Kalian juga harus bisa menjaga (laut beserta isinya),” pesan Susi kepada mahasiswa Poltek KP Sorong.

Generasi muda diminta ikut mengawal tiga pilar pembangunan kelautan dan perikanan yang diusung pemerintah yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Dari segi kedaulatan, generasi muda diminta turut aktif mengawasi dan melaporkan kegiatan kapal asing yang mencurigakan dan dapat mengancam kedaulatan negara.

Untuk menjaga keberlanjutan stok ikan dan bisnis perikanan Indonesia, generasi muda juga diminta untuk mempelajari teknik perikanan dan membaca situasi di lapangan. “Kalian nanti akan jadi pelaut-pelaut ulung yang belajar penangkapan ikan, engineer-engineer. Jangan tahu engineering saja, tapi juga tahu situasi pada saat kamu kerja di kapal-kapal baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

Masalah kebersihan laut juga menjadi perhatian Menteri Susi. Ia mengungkapkan keprihatinannya karena menemukan pelabuhan yang dipenuhi sampah plastik. “Kita mulai budaya plastik tidak boleh dibuang sembarangan, apalagi ke sungai atau ke laut. Kita ini sudah menjadi negara kedua penyumbang sampah laut terbesar di dunia. Nanti suatu hari lebih banyak plastik daripada ikan di laut kita,” ungkap dia.

Ke depan, Susi ingin agar para pengusaha Indonesia tumbuh menjadi pengusaha yang mandiri, kuat, tahan banting, pintar, dan yang terpenting jujur, karena menurutnya kejujuraan adalah nilai yang menjadikan seseorang berbeda dengan yang lainnya. (KBRN/111)