
Surplus beras menjadi bukti Kabupaten Agam serius mewujudkan ketahanan pangan. | Sumber Foto:KBRN
AGRONET - Pemerintah Kabupaten Agam berhasil mencatat surplus beras 178.760 ton. Hal itu membuktikan bahwa Agam tetap konsisten dalam menggenjot produksi beras daerah, dengan terus menunjukkan peningkatan hasil produksi setiap tahunnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Afdhal, Minggu (21/1), menyebutkan, dengan asumsi konsumsi beras 130/kg per kapita per tahun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk sebanyak 476.881 jiwa, maka kebutuhan konsumsi beras di Agam adalah 73.311 ton. Bahkan, berdasarkan data tahun 2017, Agam berhasil memperoduksi Gabah Kering Giling (GKG) bersih sebanyak 395.836 ton, jumlah itu meningkat dibanding tahun 2016 yang hanya 347.449 ton, sehingga ketersediaan beras untuk dikonsumsi adalah 248.347 ton, dan non konsumsi 14.331 ton.
"Produksi padi tahun 2017 di Kabupaten Agam meningkat sebesar 29.410 ton atau 7,89, sehingga produksi padi mencapai 401.771 ton, sedangkan tahun 2016 produksi padi hanya 372.361 ton," ujarnya. Selain produksi padi, masih menurut Afdhal, luas panen juga mengalami peningkatan, 2016 hanya seluas 66.151 hektar, sedangkan tahun 2017 naik menjadi 75.450 hektar. Sementara itu, luas tanam juga naik dari 68.518 hektar menjadi 75.611 hektar.
"Capaian itu merupaan hasil dari berbagai program yang menyentuh langsung untuk pembangunan pertanian di Kabupaten Agam, seperti bantuan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, bantuan alsintan, dan lainnya," terangnya.
Termasuk sawah cetak baru, yang dilaksnakaan dua tahun belakangan, tahun 2016 seluas 59 hektar, dan 2017 seluas 71 hektar. Afdhal menambahkan, sawah cetak baru merupakan bentuk kemitraan nyata yang dilakukan Pemkab Agam, dengan TNI untuk meningkatkan hasil produksi pangan, khususnya padi. Bahkan, hasil panen perdana cetak sawah baru tahun 2017 di Kecamatan Tanjung Mutiara, diekspor ke daerah tetangga yaitu Sumatera Utara.
"Hasil ubinan panen perdana cetak sawah baru cukup memuaskan untuk sawah yang baru ditanami padi yaitu 4,48 ton per-hektar GKG," ulasnya. Dari hasil produksi padi di sepanjang tahun 2017, ketersediaan beras di Agam mencukupi, bahkan surplus. Sehingga, dengan maraknya pemberitaan bahwa pemerintah pusat akan melakukan impor beras pada 2018 bahkan sebaliknya, dapat dipastikan Kabupaten Agam mampu untuk melakukan ekspor beras ke daerah lain.
"Surplus beras itu merupakan salah satu bukti keseriusan kita untuk menjaga ketahanan pangan menuju pangan yang berdaulat dan mandiri di Kabupaten Agam," tukasnya. (KBRN/111)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










