Wisata Panen Madu, Desa Sumber Urip Bengkulu

Kamis, 05 September 2019, 10:27 WIB

Aktifitas panen lebah madu di Desa Sumber Urip, menjadi kegiatan yang menyenangkan. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Jika sedang bertandang ke Bengkulu, cobalah singgah ke Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten  Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Di desa Sumber Urip kita akan mendapat  pengalaman bagaimana caranya beternak lebah hingga memanen madu langsung dari sarangnya. 

Saat perjalanan menuju desa Sumber Urip, kita akan melewati ladang-ladang yang ditumbuhi sayuran segar dan berbukit-bukit yang menyejukkan mata.  Ditambah hawa yang terbilang cukup dingin, karena desa Sumber Urip berada di kaki bukit dan kaki Gunung Kaba.

Setibanya di  desa Sumber Urip, akan terlihat kotak-kotak kayu yang terletak di antara pepohonan kecil. Kotak itu merupakan sarang lebah buatan yang dibuat oleh para petani lebah madu. 

Sedikitnya ada 85 kotak sarang lebah yang tersebar di  desa Sumber Urip. Mereka lebih senang beternak lebah jenis  api sirana yang diyakini dapat menghasilkan madu yang sangat bagus. Madu dari desa Sumber Urip sudah sangat terkenal  di Bengkulu.

Memasuki area sarang lebah, kita diharuskan mengenakan sarung tangan serta penutup muka untuk menghindari dari sengatakan lebah. Tidak itu saja, namun kita juga dibekali jaket tebal serta celana panjang.

Bila perlengkapan sudah lengkap, maka kita mendekat ke kotak-kotak sarang lebah dan mengambil papan yang berada di dalam kotak sebagai pengganti sarang lebah. Dari papan itu, kita akan melihat adanya cairan berwarna kuning keemasan mengandung untuk dicicipi itulah madu.

Dengan menggunakan pisau, madu itu akan dipindahkan ke dalam wadah yang telah disiapkan. Lebah- lebah itu akan langsung keluar beterbangan dari kotaknya. Namun tidak perlu takut, karena dijamin aman. 

Rasa madu sangat tergantung pada jenis pepohonan atau bunga yang berada disekitar sarang.  Panen madu sangat dipengaruhi musim. Musim kemarau akan lebih bagus daripada musim hujan, karena para lebah tak akan bisa terbang mencari nektar saat musim hujan.

Masyarakat Desa Sumber Urip ini memiliki Kelompok tani madu Murni Kaba Jaya dengan anggota sedikitnya 15 orang kelompok madu, dan sekali memanen  madunya sekali dalam sebulan dengan kepastian setiap tanggal 25 menurut hitungan kalender Jawa. Setiap sekali panen, para petani madu ini dapat menghasilkan empat hingga lima botol madu dengan ukuran 220 ml dengan harga Rp 70  ribu/sebotolnya.

Sebagai informasi, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejqng Lebong, Provinsi Bengkulu telah menerima Dana Desa dari pemerintah pusat sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 dengan total  Rp 2,3 miliar.

Masyarakat memanfaatkan bantuan dana ini untuk membangun desanya, mulai dari  jalan untuk menunjang aktivitas ekonomi warga, sarana pendidikan serta pengembangan wisata. (234)