
Biji kopi
AGRONET—Bagi sebagian orang kopi bukan sekadar penghilang rasa kantuk. Kopi merupakan pembangkit semangat. Sehingga membuat sebagian orang memulai harinya dengan menyeruput kopi hangat di pagi hari.
Tapi tahukah, dari berbagai cita rasa kopi yang ditawarkan oleh kedai kopi, sebenarnya hanya ada dua biji kopi yang dikenal, yakni Arabica dan Robusta. Di Indonesia jenis yang lebih banyak ditanam adalah biji kopi robusta. Karena kopi Robusta sangat cocok ditanam di daerah tropis yang basah. Dari sisi komposisi, kopi Robusta mencapai hampir 83?ri total produksi kopi Indonesia, sedangkan 17% sisanya adalah Arabika.
Dengan budidaya yang intensif, kopi jenis ini akan mulai berbuah pada umur 2,5 tahun. Pohon kopi robusta ini dapat tumbuh dikawasan daerah dataran tinggi sekitar 700 mdpl, dengan perakaran rendah.
Pertumbuhan robusta biasanya diawali dengan tumbuhnya bunga pada ketiak cabang primer. Pada setiap ketiak tersebut terdapat 3-4 kelompok bunga yang mekar pada musim kemarau. Berbeda dengan Arabika, bunga Robusta ini melakukan penyerbukan silang secara alami.
Bagaimana proses pengolahannya?
Pengolahan kopi jenis robusta biasanya dilakukan dengan dua cara, yaitu pengolahan RWP (Robusta Wet Process) yang disebut dengan pengolahan basah dan pengolahan RDP (Robusta Dry Process) yang disebut dengan pengolahan kering.
RWP (Robusta Wet Process)
Pengolahan RWP (Robusta Wet Process) merupakan proses basah dimana air merupakan komponen utama selama proses pengolahan. Pengolahan RWP melalui proses pengupasan kulit buah dan pencucian sehingga meghasilkan biji kopi yang bersih.
Kelemahan pengolahan RWP adalah pada proses pengolahan ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. RWP biasa dilakukan dengan menggunakan alat atau mesin otomatis untuk mengelupas kulit biji kopinya.
Buah kopi yang tepat masak dipilih karena mudah diproses terutama dengan metode pengolahan RWP karena kulitnya yang mudah terkelupas, rendemen hasil yang tinggi, biji kopi lebih bernas (berisi dan padat), waktu pengeringan yang singkat dan wama biji serta cita rasa yang lebih baik. Buah kopi yang akan diproses dengan pengolahan RWP harus bebas dari kontaminan seperti jamur. Buah yang terkontaminasi akan menyebabkan perubahan kualitas rasa.
RDP (Robusta Dry Process)
Pengolahan RDP (Robusta Dry Process) merupakan proses pengolahan kopi tanpa melalui tahap pengupasan kulit buah kopi. Pengupasan dilakukan langsung dengan cara menjemur buah kopi agar terpapar panas sinar matahari. Penjemuran dilakukan dengan dialasi alas setebal 10 cm. Pengeringan seperti ini harus sering dibolak-balik agar buah kopinya kering merata.
Karena bergantung pada sinar matahari, pengolahan RDP ini membutuhkan waktu yang lama dan tempat yang luas. Waktu penjemuran dapat berlangsung sampai 15 hari. Pengolahan RDP merupakan proses pengolahan kopi yang sangat sederhana. (berbagai sumber/222)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










