Cegah Puso: Tips Mengantisipasi Banjir dan Efek Cuaca Ekstrem Musim Hujan 2026

Sabtu, 31 Januari 2026, 13:36 WIB

Lahan pertanian terkena dampak banjir. | Sumber Foto:Kementan

AGRONET -- Peningkatan intensitas curah hujan pada awal tahun 2026 menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi di kalangan petani dan pemerintah daerah demi mengamankan produksi pangan nasional. Prediksi cuaca menunjukkan dominasi hujan kategori menengah hingga tinggi, sehingga langkah penanganan secara menyeluruh mutlak diperlukan guna menghindari risiko gagal panen.

Pemantauan prakiraan cuaca secara berkala melalui informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi fondasi utama sebelum memulai aktivitas di lahan. Langkah ini memberikan gambaran akurat mengenai intensitas hujan harian serta membantu penyesuaian jadwal tanam agar terhindar dari potensi genangan air yang meluap.

Pemilihan varietas benih yang tepat memegang peranan vital dalam menekan tingkat kerusakan tanaman akibat luapan air. Penggunaan varietas padi toleran genangan, seperti Inpara atau Inpari, sangat disarankan untuk area pertanian yang berada di wilayah rawan banjir.

Pengelolaan dan perawatan sistem drainase harus rutin dilakukan melalui normalisasi saluran air serta pembersihan penampungan di sekitar lahan. Aliran air yang lancar meminimalkan penumpukan genangan berlebih serta memastikan distribusi air tetap efisien saat terjadi transisi pola curah hujan.

Pemeriksaan dan kesiapan sarana pendukung pertanian perlu dipastikan secara optimal sejak awal musim tanam. Ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), stok sarana produksi, hingga kesiapan sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit di kondisi lembap.

Koordinasi aktif dengan petugas lapangan, baik Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) maupun Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), sangat dianjurkan untuk memperoleh pendampingan teknis secara cepat. Sinergi yang kuat di lapangan menjamin penanganan dampak perubahan iklim dapat terealisasi secara tepat sasaran sehingga target produksi beras nasional tetap terpelihara.

Sumber :
Kementerian Pertanian