Menuju Kedaulatan Protein

KUAB dan PTPN III Gandeng Tangan Siapkan Perbenihan Kedelai Migo Garuda 1 Juta Hektare

Sabtu, 12 September 2026, 17:14 WIB

Kerja Sama KUAB dan PTPN III Holding | Sumber Foto:PTPN III Hoalding

AGRONET -- Indonesia secara resmi memulai babak baru dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan protein nasional. Langkah konkret ini ditandai melalui penandatanganan kerja sama strategis antara PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) dan PTPN III Holding pada Jumat (11/9/2026).

Kemitraan ini berfokus pada penyediaan lahan perbenihan Kedelai Tropis Non-GMO Migo Garuda, yang diproyeksikan menjadi fondasi utama untuk mendukung program pengembangan kedelai nasional seluas 1 juta hektare.

Pakar Pertanian sekaligus akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, MA., M.Si., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan kedaulatan bangsa secara menyeluruh. "Ini bukan semata persoalan mengganti kedelai impor dengan kedelai produksi dalam negeri. Kedelai adalah persoalan kedaulatan protein bangsa. Dari kedelai lahir tempe, tahu, susu kedelai, hingga kebutuhan industri dan pakan ternak nasional," ujar Prof. Ali Zum Mashar saat dikonfirmasi pada Sabtu (12/9/2026).

Program perbenihan skala besar ini merupakan tindak lanjut dari arahan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mempercepat swasembada pangan sebagai agenda prioritas nasional dan implementasi Asta Cita.

Pemerintah menargetkan penyediaan 1 juta hektare lahan khusus pengembangan kedelai, termasuk mengoptimalkan potensi lahan di bawah penguasaan Agrinas Palma. Namun, luasnya lahan tersebut dipastikan membutuhkan dukungan pasokan benih berkualitas tinggi dalam jumlah yang masif.

Di sinilah kerja sama KUAB dan PTPN III Holding mengambil peran kunci: membangun dari sektor hulu (perbenihan) terlebih dahulu. Empat Varietas Unggul Hasil Inovasi Anak BangsaFondasi perbenihan nasional ini ditopang oleh 4 varietas unggul Kedelai Tropis Non-GMO Migo Garuda Merah Putih, yaitu:GMP01, GMP02, Sora01, Sora02.

Keempat varietas ini merupakan hasil riset panjang Prof. Ali Zum Mashar yang memiliki keunggulan potensi produktivitas tinggi, yakni di atas 4,5 ton per hektare. Varietas ini juga telah mendapatkan pelepasan resmi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Juni 2026.

Selain varietas benih unggul, paket teknologi pendukung juga telah disiapkan secara matang. Pengolahan lahan akan didukung oleh Teknologi Mikroba Google "Migo" berbasis Bioperforasi. Teknologi ini telah mengantongi lisensi paten internasional maupun nasional sejak tahun 2000 dan terbukti ampuh mengembalikan kesuburan pada lahan-lahan kritis.

Langkah strategis KUAB dan PTPN III Holding menandai pergeseran paradigma baru dalam kebijakan pangan nasional:

  1. Berbasis Kemandirian: Swasembada tidak diawali dari ketergantungan impor, melainkan dari penguatan benih lokal.
  2. Kedaulatan Protein: Fokus utama bukan sekadar meningkatkan tonase produksi, melainkan memastikan ketercukupan pasokan protein bagi lebih dari 270 juta rakyat Indonesia secara mandiri.

Dengan kebutuhan bahan baku kedelai dan pakan ternak nasional yang mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, kehadiran rantai industri perbenihan mandiri ini diharapkan mampu memutus ketergantungan Indonesia pada pasar internasional secara bertahap.

Sumber :
Ir. H. Alief Einstein, M.Hum. - UNSOED

BERITA TERKAIT