FAO : Bertindak Sekarang Tuk Penuhi Pangan Dunia dan Selamatkan Planet

Senin, 01 November 2021, 14:30 WIB

Direktur Jenderal FAO QU Dongyu berbicara dengan Presiden Joseph Biden dari Amerika Serikat, Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki dan Perdana Menteri Boris Johnson dari Inggris | Sumber Foto:FAO

AGRONET -- Perubahan iklim akan mempengaruhi produktifitas pangan dan mempengaruhi kandungan gizi yang ada di dalamnya.  Jika hal ini tidak diperhatikan dari sekarang, peningkatan kemiskinan dan gizi buruk akan semakin parah.  Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), QU Dongyu dalam pertemuan KTT G20 menyebutkan, “Pembuat kebijakan harus menemukan cara untuk memberi makan dunia dan menyelamatkan planet ini pada saat yang sama.”

Dua hal yang perlu ditekankan, pertama, berfokus pada perubahan iklim dan lingkungan dan lainnya pada pembangunan berkelanjutan.  Saat ini, sistem pertanian di seluruh dunia sedang terancam oleh sejumlah faktor, mulai dari hilangnya keanekaragaman hayati dan pandemi COVID-19 telah memperburuk keadaan.  Kondisi yang ada mendorong lebih dari 800 juta orang mengalamai kelaparan, sementara 3 miliar lainnya memperoleh makanan sehat.

Dirjen FAO pun menengaskan, “Kami mempu membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat.”  Berbagai upaya dilakukan termasuk harapannya pada peserta KTT Roma untuk dapat menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB, yang dikenal sebagai COP26, yang akan berlangsung dari 31 Oktober hingga 12 November di Glasgow, Skotlandia.  Dengan hanya memanfaatkan sembilan musim pertanian hingga Tahun 2030 diharap tujuan Pembangunan Berkelanjutan dapat terwujud.

Deklarasi Pemimpin Roma G20 yang puncaknya pada KTT mendorong mitra dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dengan atau bergabung dengan Koalisi Pangan yang diluncurkan oleh FAO sebagai sarana untuk menanggapi dampak COVID-19 pada ketahanan pangan dan nutrisi.  Para pemimpin juga mengakui pentingnya sistem pertanian pangan berkelanjutan tidak hanya untuk memerangi kelaparan tetapi juga untuk memberikan kontribusi besar untuk mengatasi tantangan global yang saling terkait dari perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. (FAO)