Tahun 2021 Dianggarkan Rp1,4 Triliun untuk Food Estate Kalteng

Minggu, 07 Februari 2021, 12:01 WIB

Lahan food estate Kalimantan Tengah. | Sumber Foto:PUPR

AGRONET -- Proyek pembangunan food estate Kalimantan Tengah di luas total 30 ribu hektare tahun 2020 belum tertanam seratus persen. Curah hujan yang tinggi sejak akhir tahun lalu membuat sejumlah areal terendam air dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penanaman.

Demikian dikatakan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, saat Rapat Terbatas dalam rangka pengawalan program Kementrian Pertanian RI di Provinsi Kalimantan Tengah 2021.

“Rencana pengembangan food estate yang seluas 30 ribu hektare yang dilaksanakan 2020 bahwa di Kabupaten Pulang Pisau lahan eksisting kurang lebih 10 ribu hektare dan telah dilaksanakan pengolahan lahan 9.897 hektare dan luas area tanamnya 8.838 hektar. Terus untuk kabupaten Kapuas luas eksisting 20 ribu hektare, yang sudah diolah lahannya 19.669 hektare lebih dan luas tanam 9.900 hektar,” ujarnya, Jum’at (5/2).

Ditambahkan, pada tahun ini dukungan Kementrian Pertanian untuk ekstensifikasi di dalam area food estate mencapai 20 ribu hektare sehingga total menjadi 50 ribu hektare.

Dalam rapat terbatas tersebut Inspektur Jenderal Kementrian Pertanian RI, Bambang, mengatakan tahun 2021 dialokasikan dana sebesar Rp1,4 triliun lebih atau 9,4 persen dari total anggaran Kementan untuk pengembangan food estate Kalimantan Tengah. Alokasi anggaran Rp1,4 triliun tersebut dibagi untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan serta sarana prasarana pendukung pertanian di areal food estate.

Diharapkan secara bertahap pembangunan pertanian modern di Kalimantan Tengah dapat menjadi contoh secara nasional dan mencapai target 165 ribu hektare. "Ini semuanya adalah buat kebaikan masyarakat Kalteng. Juga suatu ketika bisa menjadi contoh bagi daerah daerah lain, bahwa banyak potensi lahan rawa kita yang masih terlantar yang kurang di manfaatkan. Nanti setelah food estate di Kalteng ini bs terbukti memberikan peningkatan produksi produktivitas kesejahteraan masyarakat, sehingga menyadarkan semua orang bahwa membangun pertanian adalah kunci meningkatkan kebahagiaan masyarakat,” tuturnya.

Bambang menambahkan Kementan menargetkan pada akhir 2024 pembangunan food estate di Kalimantan Tengah dapat terwujud di luasan 165 ribu hektare. Selain itu, dengan adanya program food estate diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan lahan terlantar dapat dimaksimalkan untuk ketahanan pangan nasional. "Dan bukan hanya itu suatu ketika (kawasan food estate) bisa menjadi destinasi wisata yang tidak kita temui dimanapun kecuali di Kalteng,” pungkasnya. (KBRN/139)