Harga Kedelai Naik, Tahu-Tempe Terancam Langka

Minggu, 03 Januari 2021, 07:18 WIB

Ilustrasi. | Sumber Foto:Facebook

AGRONET -- Makanan tradisional kegemaran masyarakat Indonesia, yakni tahu dan tempe terancam punah dari pasaran di wilayah Jabodetabek.

Seperti dilansir Antara, sejumlah produsen tahu dan tempe di Jabodetabek menggelar aksi mogok produksi sebagai protes dari kenaikan tidak wajar harga kedelai di pasaran yang mencapai Rp9.000 per kilogram, Sabtu (2/1). Padahal sebelumnya harga kedelai masih di kisaran Rp7.000 per kilogram.

Para perajin berharap pemerintah segera mengambil kebijakan menurunkan harga kedelai karena membebani pelaku usaha UMKM tersebut. 

Mereka bingung mengapa hal tersebut bisa terjadi, pasalnya penyebab umum kenaikan harga kedelai saat ini sedang tidak terjadi.

Indikator kenaikan harga kedelai sebelumnya adalah berdasarkan nilai tukar rupiah. Apabila rupiah melemah ditekan dolar Amerika, otomatis harga kacang-kacangan, termasuk kedelai, ikut naik.

Hal ini sudah dipahami para perajin, namun mereka tidak terima dengan kenaikan saat ini, dimana rupiah sedang kuat tidak ada goncangan.

Secara spesifik, kenaikan harga kedelai sampai saat ini adalah sudah menyentuh angka Rp9.200 sampai Rp10.000 per kilogram, bahkan ada yang melebihi angka Rp10 ribu per kilogram. Bahkan harga termurah dapat menyentuh Rp6.500 per kilogram.

Para perajin menduga kuat adanya permainan harga di tatanan importir, sehingga harga kedelai di dalam negeri mencekik para pelaku UMKM tahu dan tempe. (KBRN/139)

BERITA TERKAIT