
Ubi kayu. | Sumber Foto: Balitbangtan
AGRONET -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan ubi kayu merupakan komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal tersebut disampaikan karena permintaan tepung tapioka di Indonesia cenderung meningkat karena peningkatan jumlah industri makanan yang menggunakan bahan baku tapioka.
“Seiring dengan meningkatnya jumlah industri makanan, otomatis permintaan tapioka juga meningkat. Belum lagi permintaan tapioka untuk industri semacam farmasi, tekstil, dan lainnya. Oleh karenanya selain padi, jagung, dan kedelai, ke depan ubi kayu bisa menjadi komoditas strategis nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fadjry menyampaikan, banyak permasalahan yang menjadi penghambat perkembangan ubi kayu di Indonesia. Untuk mengatasinya tentu harus meningkatkan produktivitas ubi kayu yang saat ini di petani rata-ratanya hanya 20 t/ha.
“Selain lahannya yang semakin menyusut, umur panen serta penggunaan varietas yang produktivitasnya rendah pun masih digunakan oleh petani,” tambah Fadjry (10/7).
Berdasarkan Statistik Pertanian 2018, luas lahan panen ubi kayu hanya seluas 793 ribu hektare berkurang 1 juta hektare dari tahun 2014.
Kementerian Pertanian telah melepas dua varietas ubi kayu produktivitas tinggi yaitu varietas Vati 1 dan Vati 2. Varietas Vati 1 yang dilepas tahun 2018 ini memiliki potensi hasil 46,9 t/ha dengan rata-rata 37,5 t/ha. Umur panennya genjah, yaitu 7 bulan umbi sudah mencapai sekitar 4-5 kg/tanaman.
Selain itu, varietas Vati 1 memiliki keistimewaan lainnya yaitu memiliki kadar bahan kering umbi 48,5%, kadar pati 21,9%, rendemen pati 26,7%, dan kadar gula total tertinggi 43,0%.
Berbeda dengan varietas Vati 1, varietas Vati 2 yang juga dilepas tahun 2018, memiliki potensi hasil lebih tinggi yaitu 66,8 t/ha dengan rata-rata potensi hasilnya 42,5 t/ha. Namun varietas Vati 2 memiliki umur panjang dari varietas Vati 1 yaitu sekitar 9-10 bulan. (Balitbangtan/591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










