Pelepasan Ekspor Mangga Bali ke Rusia

Amran Sulaiman: Impor Pangan Melemahkan Petani Kita

Kamis, 08 Agustus 2019, 10:27 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas ekspor di area kargo logistik Angkasa Pura II, Denpasar, Bali, Rabu (7/8). | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pihaknya terus mendorong dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi pada proses karantina pertanian. Langkah yang dilakukan antara lain pertukaran data persyaratan ekspor dan sertifikat elektronik atau e-Cert.

"Hari ini kita tunjukkan langsung bahwa sertifikat kita dalam hitungan detik sudah dapat diterima negara tujuan. Ini untuk memudahkan ekspor kita ke negara tujuan Belanda," kata Amran di area kargo logistik Angkasa Pura II, Denpasar, Rabu (7/8).

Lebih lanjut Amran menginstruksikan Badan Karantina Pertanian untuk terus melakukan harmonisasi dan negosiasi dengan seluruh negara mitra dagang agar dapat menggunakan fasilitas layanan ini. "Sampai dengan hari ini sudah 4 negara, yaitu Selandia Baru, Australia, Belanda, dan Vietnam. Kita dorong dahulu seluruh negara ASEAN dan terus lanjut ke negara mitra dagang lainnya," kata Amran.

Dia menambahkan dengan peningkatan ekspor akan memperkuat bangsa, dan sebaliknya kebijakan impor sangat tidak berpihak pada petani. Ia pun merinci, ekspor produk pertanian terus meningkat hingga 100 persen per tahun.

Total  volume ekspor tahun 2014 sebanyak 33 juta ton, dan pada tahun 2018 telah mencapai 42.5 juta ton. Peningkatan, ujar Amran, karena adanya inovasi, kemudahan, dan percepatan layanan karantina di pelabuhan/bandara. Elektronik sertifikat dan aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor (IMACE) memudahkan eksportir untuk melakukan ekspor.

"Kami targetkan tahun 2019 volume ekspor meningkat hingga 45 juta ton. Sesuai amanat Bapak Presiden, kami gunakan teknologi informasi, permudah perizinan, dan sertifikat melalui digitalisasi untuk memudahkan layanan ekspor," tegas Mentan.

Pada kesempatan itu, Amran melepas ekspor komoditas unggulan Bali, berupa 2,5 ton mangga harum manis ke Rusia dan beberapa produk lainnya ke beberapa negara.  Mentan mentargetkan 100 ton ekspor buah mangga asal Bali mampu memenuhi pasar Rusia di tahun 2019.

Ekspor pertanian ke Rusia baru mencapai 368,4 ribu ton dengan komoditas yang diekspor antara lain air kelapa, bambu, salak, dan kacang tanah. "Saya mengajak pemuda tani Indonesia, ayo kita mulai ekspor ke Rusia. Harganya bagus dan ekspor akan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Amran.

Komoditas lain yang dilepas, seperti paprika, handicraft asal batok kelapa, jerami, dan enceng gondok dengan tujuan Belanda, daun bawang tujuan Taiwan, vanili tujuan USA, dan rempah tujuan Swiss. Selain itu komoditas peternakan berupa anak ayam umur sehari (DOC) sebanyak 44.500 tujuan Timor Leste, dan beberapa produk hewan lainnya. Keseluruhan nili ekspor mencapai Rp13.5 miliar.

E-cert Perkuat Layanan Ekspor

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, menjelaskan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pertanian No 19/2019 tentang Akselerasi Ekspor, pihaknya telah melalukan beberapa aksi strategis. Selain penerapan e-Cert dan inline inspektion, juga menggagas Agro Gemilang dan sosialisasi aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor atau  IMACE diawal tahun 2019.  Di unit pelaksana teknis Karantina Pertanian Denpasar telah membuahkan hasil. Tercatat peningkatan negara tujuan pada Juli 2018, 40 negara, sedangkan di bulan Juli 2019 telah menjadi 50 negara, meningkat 25 persen.

Sementara melalui  program Agro Gemilang,  pada bulan Juli 2018 tercatat telah diikuti 65 eksportir dan bulan Juli 2019 meningkat menjadi 78 eksportir yang sudah mengekspor atau peningkatan  11 persen. Peningkatan nilai ekspor per subsektor yakni komoditas hortikultura mengalami peningkatan pesat, Juli 2018 sebanyak Rp17,6 miliar, sedangkan Juli 2019 naik menjadi Rp87,9 miliar. Ekspor komoditas perkebunan juga mengalami peningkatan dari Rp18,7 miliar pada Juli 2018 menjadi Rp42,6 miliar pada Juli 2019. (591)