Ini Langkah Kementan Amankan Pangan saat Kemarau

Rabu, 31 Juli 2019, 07:16 WIB

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, memimpin rapat koordinasi dengan penanggungjawab Upsus provinsi untuk menyamakan langkah pencapaian target tanam bulan Agustus ini di Gedung Kementan, Jakarta. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi pangan nasional menghadapi kekeringan tahun ini. Kepada jajaran terkait diinstruksikan untuk langsung bergerak merespon kekeringan yang terjadi di beberapa daerah sentra padi. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Suwandi, saat menggelar rapat koordinasi dengan penanggungjawab Upsus provinsi guna menyamakan langkah pencapaian target tanam bulan Agustus di Jakarta, Selasa (30/7). Pada rapat tersebut, Suwandi memberikan instruksi kepada jajaran di bawahnya untuk langsung bergerak.

Pertama, ia menginstruksikan agar segera inventarisir data luas tambah tanam (LTT) secara harian dan agar ada peningkatan signifikan. "Ini langkah yang penting agar di bulan Agustus tahun ini target luas tanam sekitar 1,4 juta hektare bisa dicapai," katanya.

Kedua, Suwandi meminta tim LTT untuk mengecek lahan-lahan potensi ditanami padi gogo, jagung, atau kedelai, atau dilakukan tumpangsari pada 3 komoditi tersebut. "Untuk itu perlu dilakukan percepatan CPCL (calon petani calon lahan) penyaluran dan penambahan luas tanam padi di lahan kering atau gogo sawah yang dilaksanakan di 8 provinsi," sebutnya.

"Apabila CPCL sudah siap maka benih segera disalurkan agar bisa ditanam mengejar ketersediaan air yang masih ada bulan ini. Targetnya, penyelesaian tanam padi gogo paling lambat 2 minggu dari hari ini," tambahnya.

Ketiga, lanjut Suwandi, tim LTT untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendirikan posko dalam rangka mitigasi kekeringan. Setiap kabupaten mendirikan posko kekeringan dan diresmikan oleh bupati.

"Keempat, untuk daerah yang sudah terdampak puso, kami meminta petani yang sudah terdaftar AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) segera melakukan klaim asuransinya. Kemudian tim LTT bisa mendata bagi yang belum terdaftar untuk diusulkan menerima bantuan benih padi pusat," bebernya.

Kelima, Suwandi meminta Ditjen Prasaran dan Sarana Pertanian agar segera menyalurkan Alsintan, sumur dangkal, dan pompa untuk penanganan wilayah yang terdampak kekeringan. Sedangkan daerah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi masih memiliki potensi hujan sehingga bisa dilakukan percepatan tanam. "Manfaatkan semaksimal mungkin wilayah yang masih ada air," ucapnya.

Kelima, untuk mengamankan pangan nasional menghadapi kekeringan perlu dilakukan penanaman integrasi jagung dengan tanaman lain. Hal ini dikarenakan konsep integrasi bisa meningkatkan pendapatan bagi petani. "Potensi pematang sawah juga bisa dioptimalkan untuk tumpang sari tanaman, seperti kacang panjang, kacang merah, cabe, tomat, terong, maupun refugia," pungkas Suwandi. (591)