Kebijakan Kementan Tingkatkan Ekspor Pertanian

Minggu, 24 Maret 2019, 05:49 WIB

Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Balai Karantina Denpasar, Bali. | Sumber Foto:Biro Humas dan Publik Kementan.

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan ekspor komoditas pertanian selama empat tahun ini meningkat 29 persen. Membaiknya kinerja ekspor antara lain karena penerapan online single submission (OSS), sistem pelayanan terpadu satu pintu.

Hal itu diungkapkan Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Balai Karantina Denpasar, Bali, Sabtu (23/3). Sidak tersebut guna memastikan pelayanan ekspor agar sesuai prosedur.

Sementara itu, Badan Karantina Pertanian, Kementan bersama Pemerintan Provinsi Bali, Kamis (21/3) melakukan ekspor komoditas pertanian dengan nilai Rp309 miliar. Ekspor dilakukan langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, Kepala Balai Karantina Pertanian kelas I Denpasar, Putu Terunanegara.

Nilai ekspor meningkat signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018, yaitu Rp29 miliar. Menurut Putu Terunanegara, peningkatan ekspor ini tidak terlepas dari upaya Badan Karantina dalam memfasilitasi petani memberikan jaminan kualitas dan kesehatan komoditas ekspor.

Produk yang diekspor, antara lain buah manggis, daun mimba, alang-alang, bunga anggrek, sarang burung walet, kepompong sutera, anak ayam umur 1 hari (DOC), dan kulit ular senilai total Rp17,4 miliar. Produk-produk itu diekspor ke berbagai negara seperti, Cina, Singapura, Timor Leste, Hongkong, Brasil, Jepang, dan Jerman.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan ekspor perdana salak gula pasir sebanyak 500 kilogram ke Kamboja. Ke depan diharapkan ekspor buah salak secara rutin dapat diekspor sebanyak 50-100 ton per bulan. (591)