Wonosalam, Kopi Unggulan Jombang

Senin, 18 Maret 2019, 08:27 WIB

Kopi wonosalam, Jombang. | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, merupakan daerah penghasil kopi yang dapat diandalkan. Untuk mempromosikan keunggulannya, diselenggarakan kegiatan dialog bersama masyarakat Wonosalam.

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, pada acara Dialog Tani Warjok Kebonrojo Kopi Wonosalam, pekan lalu, berharap melalui pertemuan ini, kopi wonosalam bisa tampil dengan keunggulannya. Menurutnya, untuk mengembangkan kopi wonosalam, tidak boleh sekedar menanam, tetapi harus menanam dengan cara budi daya yang benar.

“Panen dilakukan dengan cara yang benar termasuk pengolahan dan pemasarannya, mulai hulu sampai hilir. Dengan begitu akan memberi nilai tambah bagi para petani Wonosalam. Inilah yang dimaksud dengan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dudi Gunadi, menjelaskan tentang situasi perkopian baik nasional maupun internasional, pasar permintaan kopi, dan cara budi daya kopi yang baik agar bisa memenuhi permintaan pasar saat ini. “Saya optimis terhadap prospek kopi wonosalam karena didukung dengan komitmen yang kuat dari pimpinan daerah. Melihat dari apa yang telah dilakukan di Wonosalam, yaitu hasil uji kualitas kopi wonosalam dan sertifikat yang diperoleh.” kata Dudi Gunadi.

Ketua Gapoktan Wonosalam, Sunoto, mengatakan di Wonosalam ada 9 kelompok tani kopi yang berada di 9 desa. Secara umum kondisi tanaman kopi berusia lebih dari 25 tahun. “Varietas kopi antara lain, robusta dan excelsa dengan rata-rata prduksitivitas 300 kg ose/ha yang dibudidayakan secara konvensional. Kecuali poktan Sumberarum yang telah melakukan budi daya secara organik,” kata Sunoto.

Suparno, Ketua Kelompok Sumberarum, menambahkan sejak tahun 2015 mereka dibina oleh BBPPTP Surabaya dalam kegiatan desa organik. Budi daya kopi organik adalah budi daya yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Tujuannya agar dapat menghasilkan kopi  yang nikmat dan menyehatkan.

Kepala BBPPTP Surabaya, Ardi Praptono, menyampaikan layanan yang dimiliki oleh balai yaitu layanan Siani (sahabat setia petani). "Jika petani punya masalah pada perbenihan dan proteksi tanaman perkebunan, silahkan menghubungi layanan Siani," pungkasnya. (Ditjenbun/591)