Sektor Pertanian Turunkan Kemiskinan di Gorontalo

Kamis, 31 Januari 2019, 14:29 WIB

Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Gorontalo. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo berhasil diturunkan secara signifikan. Salah satunya berkat program Kementan dalam meningkatkan produksi jagung. Proram itu berupa bantuan bibit unggul, pupuk, dan adanya jaminan harga di tingkat petani.

Hal itu disampaikan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat dialog dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang berlangsung di Gorontalo, Rabu (30/1). Forum mengambil tema Pembangunan SDM dan Sektor Pertanian di Gorontalo.

Rusli menjelaskan, pada saat dirinya dilantik menjadi gubernur pada 2012, angka kemiskinan di Gorontalo masih 20 persen. Dia mendapat solusi, yakni dengan menggratiskan pendidikan dan kesehatan. “Kami melakukan pembangunan infrastruktur dan menggagas ekonomi kerakyatan termasuk di dalamnya pertanian dan peternakan,” katanya.

Khusus di sektor pertanian, Rusli mengakui, sebelumnya kondisi petani jagung sangat tertinggal. Karena seringkali benih kurang bagus atau pupuknya tidak ada. Karena itu ditempuh upaya perbaikan sehingga akhirnya Gorontalo berhasil mengekspor jagung hingga 113 ribu ton.

Hal lain yang juga dilakukan, ungkap Rusli, penetapan standar harga jagung, yang tidak boleh kurang dari Rp3.100. Kebijakan Mentan itu muncul karena ada kondisi di mana ketika musim panen, harga jagung turun, paling tinggi Rp1.500.

"Kemudian saya minta tolong kepada Pak Menteri, dan akhirnya Pak Menteri membuat standar harga harga jagung tidak boleh di bawah Rp3.150 per kilogram. Ketika harga di bawah ini, Bulog harus turun membelinya dengan harga Rp3.150 per kilogram. Inilah yang membuat petani sejahtera," bebernya.

Berdasarkan survei pada September 2018, BPS setempat melansir adanya penurunan angka kemiskinan hingga 0,98 poin, yakni menjadi 15,83 persen atau 188,30 ribu jiwa. Padahal pada Maret 2018, angka kemiskinan masih tercatat di 16.81 persen atau sebanyak 198,51 ribu jiwa.

Penurunan jumlah penduduk miskin dalam kurun Maret-September 2018 tercatat terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Namun penurunan kemiskinan di perkotaan jauh lebih tinggi.

Menurut Rusli, selain kinerja sektor pertanian, aksi nyata lainnya untuk menekan kemiskinan adalah dengan menggelar pasar murah.  “Kita alokasikan anggaran untuk pasar murah. Ini sejalan dengan perintah Presiden agar negara hadir di tengah-tengah rakyat. Oleh karena itu, setiap hadir di tengah rakyat, kita ada oleh-oleh untuk rakyat, yaitu pasar murah. Akhirnya kemiskinan pun turun," tuturnya. (591)