Cabai Melimpah, Ini Langkah Pemerintah Stabilkan Harga

Senin, 14 Januari 2019, 05:31 WIB

Produksi cabai melimpah. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Saat ini produksi cabai di daerah sentra melimpah sehingga berdampak pada menurunnya harga cabai. Kondisi ini terjadi pada petani cabai di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Petani champion cabai Kabupaten Demak, Nur Eko, menuturkan penurunan harga cabai di Demak akibat produksi yang melimpah. Menurutnya, penurunan harga ini wajar dan hanya sementara. Namun saat ini sangat dibutuhkan intervensi Dinas Perdagangan (Disdag) dan Bulog untuk turun menyerap cabai sehingga harga menguntungkan petani.

"Kami mohon agar Dinas Perdagangan dan Bulog bisa bantu intervensi harga. Serap cabai, jangan petani ditinggal sendiri," ujar Nur Eko di Demak, Minggu (13/1).

Agar harga cabai selalu stabil walaupun musim panen, pihaknya akan mengajak petani untuk bergabung dalam kelompok champion. Ke depan perlu dibangun industri pengolahan dan pasar lelang.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmodjo, membenarkan saat ini kondisi memang lagi musim panen cabai. Artinya, penurunan harga seperti di Demak merupakan fenomena lazim yang terjadi apalagi sebagai sentra cabai, belum menerapkan pola tanam dan pengendalian tata niaga.

"Jadi di Demak tidak ada petani yang demo karena harga anjlok. Tapi kemarin itu hanya insiden, petani saking kecewa nya menyebar 2 kantong cabai setelah itu dipungut kembali kemudian bubar. Jadi jangan dibesar-besarkan dan dibuat politis. Lagi pula bukan sifat petani membuang-buang pangan di jalan," tutur Tunov.

Sementara itu, Kepala Dinas Petanian Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Wibowo, mengatakan guna menstabilkan harga cabai, pihaknya mengaku telah menggelar koordinasi dengan petani Dusun Maguan, Desa Jeruk Gulung. Menurutnya hasil koordinasi dengan petani tersebut didapat solusi agar harga cabai terus menguntungkan petani.

"Pertama, disiapkan hilirisasi mesin pengering pengolah. Kedua, membangun kemitraan dengan pabrikan. Ketiga, stabilisasi harga cabai dengan pasar lelang di farmgate," sebutnya.

Keempat, lanjut Wibowo, akan membantu petani dalam efisiensi input produksi dengan penggunaan obat-obatan yang murah dan ramah lingkungan. Obat-obatan ini tentunya yang bisa diproduksi petani sendiri dengan pelatihan. "Kelima, petani sepakat mau melakukan anjuran pola tanam dan gilir tanam yang difasilitasi dinas pertanian," ucapnya.

Selain Kabupaten Demak, produksi cabai di Kabupaten Kebumen pun sedang mengalami kenaikan. Kepala Dinas Pertanian Kebumen, Pudji Rahayu, menyebutkan produksi cabai memang sedang meningkat. Tetapi petani menyikapi dengan melaunching pasar lelang cabai dan petani tetap bersemangat walaupun harga turun. "Jadi harus disadari bahwa penurunan harga itu karena produksi yang melimpah," sebut Pudji.

Namun demikian, dengan adanya pasar lelang, produksi tetap terbeli dan peran champion terlihat memfasilitasi para petani sehingga produksi tetap terjual. "Semoga dengan turunnya champion di daerah maka harga masih bisa dikendalikan. Pemda pun mengapresiasi pasar tani yang kami gelar semoga petani tetap semangat memproduksi. Kalau bukan kita siapa lagi yang menjadi tempat curhat dan penyelamat mereka," tuturnya. (591)