BRMP Papua Lakukan Monev Cetak Sawah 2000 Ha di Provinsi Papua Pegunungan

Sabtu, 22 November 2025, 19:02 WIB

Monitoring dan Evaluasi Cetak Sawah di Papua Pegunungan | Sumber Foto:BRMP Papua

AGRONET -- Kepala BRMP Papua, Dr. Aser Rouw, SP, M.Si selaku penanggung jawab melakukan Monev cetak sawah di Provinsi Papua Pegunungan pada tanggal 19-22 November 2025. Hal ini dilakukan guna memonitor ketersediaan alat berat dan Alsin pengolahan lahan, kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja, kondisi dinamika di lapangan, mengevaluasi ketepatan waktu progres, penyelesaian konstruksi dan pengolahan lahan, serta koordinasi untuk proses budidaya di lahan cetak sawah seluas 2000 Ha di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Kegiatan monev cetak sawah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan meliputi dua kegiatan utama, yaitu: (1) monitoring lapangan dan (2) rapat evaluasi. Kegiatan monitoring lapangan berlangsung pada tanggal 19-20 November 2025 serta dilaksanakan rapat evaluasi pada tanggal 21 November 2025.

Dalam monitoring lapangan, Kepala BRMP Papua, didampingi oleh PPK Cetak Sawah Dinas Pertanian Papua Pegunungan, Kepala Dinas Pertanian Kab. Jayawijaya, pihak penyedia konstruksi, dan konsultan pengawas. Monitoring dilaksanakan pada Distrik Piramid, Distrik Libarek dari lima distrik yang mendapat alokasi cetak sawah pada tahun 2025 seluas 2000 ha di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa ketersediaan alat berat di lapangan sudah memadai dan sesuai kontrak. Namun, ketersediaan alat mesin pertanian, khususnya traktor pengolah tanah yang masih kurang dan sedang dipenuhi oleh penyedia. Kondisi lapangan sangat dinamis, terutama karena tantangan sosial budaya, seperti pemalangan lokasi, tuntutan kompensasi adat (bakar batu), permintaan bantuan kedukaan yang menyebabkan jeda pekerjaan selama 3–4 hari, tuntutan ganti rugi atas penebangan pohon, serta kewajiban mempekerjakan tenaga kerja lokal di setiap lokasi yang sering kali melebihi alokasi biaya tenaga lapangan.

Dinamika tantangan tersebut mempengaruhi efektivitas pelaksanaan cetak sawah di lapangan. Sejak kontrak konstruksi ditandatangani pada 4 Oktober 2025 (berlaku hingga 27 Desember 2025 setara 85 hari), pekerjaan baru efektif berjalan dalam satu minggu terakhir karena penyedia dan dinas/pemerintah daerah harus menyelesaikan berbagai hambatan sosial budaya. Akibatnya, progres fisik baru mencapai 29,8 Ha. Secara normal, dengan kapasitas alat 0,9 Ha/hari, seharusnya capaian hingga 21 November 2025 sudah mencapai 1.146,57 Ha (60,24%) dari target 2.000 Ha.

Setelah monitoring, Kepala BRMP menggelar rapat evaluasi pada 21 November 2025 di Wamena bersama Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, penyedia konstruksi, pengawas, dan perwakilan petani. Rapat yang dipimpin Kepala BRMP membahas temuan lapangan dan strategi percepatan untuk memenuhi target dalam 30 hari ke depan (22 November–27 Desember 2025).

Dalam evaluasi, dinas dan penyedia konstruksi menyampaikan bahwa hambatan sosial budaya telah diselesaikan melalui sosialisasi, komunikasi, acara bakar batu, serta pelibatan tenaga lokal untuk pengawasan dan keamanan. Penyedia juga sedang menambah jumlah alat berat untuk mempercepat progres. Perwakilan petani menegaskan bahwa kondisi lapangan sudah kondusif dan mereka mendukung penuh kelanjutan pekerjaan.

Semua pihak yang berperan dalam kegiatan cetak sawah di Papua Pegunungan optimis dapat menyelesaikan target kinerja cetak sawah seluas 2000 Ha dengan baik. Semua pihak secara bersama-sama menyepakati tujuh langkah strategis percepatan: 1) perkecil tantangan sosial budaya di lapangan melalui pola pendekatan yang efektif, 2) jumlah alat berat harus ditambah, 3) jam kinerja alat/operator minimal 7 jam/hari, 4) penambahan jumlah tenaga operator dengan skill yang baik, 5) menyusun target kinerja harian, 6) melakukan pengawasan/pengawalan maksimal terhadap target harian, dan 7) laporkan data realisasi fisik secara harian.

Sumber :
BRMP Papua