
Tanam Perdana Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kabupaten Sarmi, Papua Tahun 2025 | Sumber Foto:BRMP Papua
AGRONET -- Tim LTT Sarmi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, menghadiri Kegiatan Penanaman Perdana Padi Sawah di Kabupaten Sarmi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Tetom Jaya, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi. Penanaman dilakukan di lahan seluas 2 hektar, Dimana dari target 640 hektar, per 13 Desember 2025 progress CSR Kabupaten Sarmi berupa Land Clearing seluas 130 hektar, Land Leveling seluas 60 hektar, olah lahan 6 hektar dan tanam 2 hektar.
Kegiatan penanaman perdana ini merupakan bagian kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 di Papua seluas 1000 hektar yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN). Bibit padi yang ditanam adalah Inpari 32 dan Inpari 64. Penanaman menggunakan system Tanam Pindah (Tapin) dan Tabur Benih Langsung (Tabela) menggunakan 2 alat tabela paralon.
Acara kegiatan Penanaman Perdana Padi Sawah di Tetom Jaya ini dihadiri oleh Gubernur Papua, Asisten 2 Setda Papua, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, dan beberapa Forkopimda Provinsi Papua. Sedangkan dari Kabupaten Sarmi dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sarmi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi, Kepala OPD Kabupaten Sarmi serta seluruh Forkopimda Kabupaten Sarmi. Selain itu dihadiri pula Batalyon TP 809/NTM, seluruh Penyuluh Pertanian di Kabupaten Sarmi dan warga Tetom Jaya serta masyarakat sekitarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Kementerian Pertanian atas adanya Kegiatan CSR tahun 2025 di Kabupaten Sarmi khususnya di Provinsi Papua. Beliau menyampaikan untuk wujudkan Papua sebagai lumbung pangan, Gubernur Fakhiri mengingatkan para pejabat agar bekerja secara profesional dan tidak menyalahgunakan keuangan negara. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat dan padat karya masyarakat lokal.
Gubernur berharap Kampung Tetom Jaya dapat menjadi contoh pengembangan pertanian terpadu bagi kampung-kampung lain di Papua. Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, TNI, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mendukung pembangunan pertanian dan perkebunan sebagai fondasi ekonomi Papua ke depan. Selain pengembangan padi, diversifikasi komoditas pertanian dan perikanan, seperti kopi, kelapa, udang, ikan, serta tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi lainnya, perlu didorong sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.
Sumber :
BRMP Papua
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










