Syaratnya, petani tebu bersedia menggunakan varietas tebu unggul baru.

Imam Alhuda, salah satu petani yang merasakan manfaat program Yarnen. | Sumber Foto:Dok. KTM-Mitr Phol Group
AGRONET -- PT Kebun Tebu Mas (KTM)-Mitr Phol Group menawarkan gebrakan baru, yaitu program Yarnen, atau bayar setelah panen. Program ini adalah bantuan pinjaman pengadaan bibit unggul baru, saat petani melakukan program bongkar ratoon.
Program ini adalah bantuan perusahaan berupa pinjaman tanpa bunga kepada petani dan dikembalikan atau dibayar setelah panen hasil tebu alias Yarnen. Syaratnya, petani tebu bersedia menggunakan varietas tebu unggul baru.
Salah satu petani tebu yang sudah merasakan mantaaf yarnen adalah Imam Alhuda. Ia adalah petani yang memiliki ladang tebu di Desan Pandan Krajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Menurut PT KTM-Mitr Phol Group, program replanting atau bongkar ratoon perlu dilakukan. Hal ini mengingat tanaman luas tanaman ratoon (keprasan) hampir 90 persen dan didominasi tebu varietas Bulu Lawang (BL). Padahal, tebu BL yang ditanam telah menurun potensi produktivitasnya karena sudah ditanam selama hampir 20 tahun di Jawa Timur.
“Tanaman tebu jenis BL sudah saatnya diganti yang baru dan unggul, karena jenis tersebut (BL, Red) telah menurun produktivitasnya. Ini terjadi karena secara sistemik mengalami tekanan lingkungan tumbuh yang kurang baik selama bertahun tahun,” kata Plantation Director PT KTM - Mitr Phol, Padipat Namkhet, dalam keterangan tertulis yang diterima Agronet, Selasa (2/4/2024). (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










