Kementan ajak kolaborasi sektor swasta dalam pengembangan komoditas perkebunan,

Kementan Dorong Produksi BBN dari Tebu dan Sawit

Rabu, 25 Oktober 2023, 09:10 WIB

Bahan bakar nabati (ilustrasi) | Sumber Foto:Vector Portal

AGRONET – Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia mendorong optimalisasi perkebunan kelapa sawit dan tebu untuk dijadikan bahan baku transisi energi. Diketahui, saat ini Indonesia telah menjadi produsen utama pada minyak sawit global.

Pelaksana Tugas Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi mengatakan kelapa sawit dan tebu adalah komoditas unggul indonesia yang harus dikembangkan melalui hilirisasi untuk membantu percepatan transisi energi ramah lingkungan.

“Saya minta untuk komoditas tersebut (sawit dan gula) agar segera diperkuat dan diperkokoh untuk transisi energi ramah lingkungan. Untuk memulainya saya minta maksimalkan pengembangan tebu dan sawit sebagai biodiesel,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian Senin (23/10/2023).

Senada dengan Arif, sebelumnya Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan rencana umum energi nasional telah diatur dengan perpres 22 tahun 2017. Dalam perpres itu salah satunya berisi penyediaan tanaman bahan baku bahan bakar nabati (BBN).

“Untuk itu kami membutuhkan penyediaan benih tanaman BBN dan penyuluhan atau pengembangan tanaman untuk BBN. Selain itu perlu didukung dengan integrasi kegiatan pengembangan dan pascapanen tanaman BBN,” kata Andi Nur Alam Syah saat mewakili Plt Mentan pada acara Anugerah Dewan Energi Nasional 2023 pada 20 Oktober lalu.

Menurut Andi, saat ini Kementerian Pertanian sudah membangun energi terbarukan bahan bakar hijau yang berbasis kelapa sawit sebagai energi baru terbarukan. Apalagi kelapa sawit memiliki potensi luasan produksi dan produktivitas yang sangat besar dan bisa menjadi alternatif sumber energi, sumber devisa negara, dan produk turunan.

“Berdasarkan hasil penelitian yang ada beberapa komoditas pertanian seperti kemiri sunan dan tebu juga dapat diolah menjadi sumber energi dari BBN. Ini tentu sangat potensial dan harus dikembangkan secara optimal dengan teknologi yang mumpuni,” katanya.

Andi menambahkan, kementan telah melakukan peningkatan produktivitas dan mutu perkebunan kelapa sawit melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), perbaikan sarana dan prasarana produksi dan mengoptimalkan Taksi Alat dan Mesin Perkebunan (Titan).

“Karena itu kami mengajak kolaborasi sektor swasta dalam pengembangan komoditas perkebunan, karena skema anggaran APBN/APBD sangat minim, porsi dukungan sektor swasta harus lebih besar,” ujar Andi Nur.