Tersendatnya pasokan gula dari India dapat menaikkan harga gula global.

India Tahan Ekspor Gula Hingga Semester Awal 2024, Pasar Dunia Bakal Terimbas

Selasa, 13 Juni 2023, 09:34 WIB

Ilustrasi El Nino | Sumber Foto:NOAA/PMEL/TAO diolah Fred the Oyster

AGRONET -- Sumber Pemerintah India mengatakan, negaranya tidak mempertimbangkan ekspor gula setidaknya sampai semester awal tahun depan. Pemerintah khawatir pola cuaca El Nino dapat mengurangi curah hujan dan mengurangi hasil produksi.

India, eksportir gula terbesar kedua dunia, biasanya memutuskan jumlah gula yang bisa diekspor pabrik pada awal pemasaran yang dimulai 1 Oktober. Tersendatnya pasokan gula dari India dapat menaikkan harga gula global yang kini mencapai angka tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Dampak ini bakal dirasakan berbagai negara yang masih mengimpoir gula. 

"Cuaca merupakan faktor negatif besar, tahun lalu meski hujan mason baik, produk gula turun, tahun ini dengan El Nino, kami tidak bisa mengambil resiko mengizinkan ekspor lebih awal," kata seorang pejabat senior yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip Reuters pada Senin (20/6/2023).

Pola cuaca El Nino dapat memicu kekeringan paling parah yang dialami India dalam tujuh dekade. Kini El Nino bisa mengakibatkan cuaca ekstrem tahun ini.

"Pada setiap musim gula, setidaknya butuh waktu beberapa bulan untuk mendapatkan gagasan yang jelas mengenai produksi, dan itulah mengapa kami akan menunggu sampai gambaran produksi terlihat jelas," kata pejabat lainnya yang juga menolak disebutkan namanya.

Saat berita ini dirlis Reuters, juru bicara Pemerintah India belum menanggapi permintaan komentar.

Industri gula India menurunkan patokan produksi musim gula yang berakhir pada 30 September 2023 dari 36 juta ton menjadi 32,8 juta ton. Karena produksi menurun, India hanya mengizinkan ekspor 6,1 juta ton pada musim ini. Setelah kuota itu terpenuhi India tidak lagi mengekspor gula.

Seorang pejabat pemerintah India mengatakan bila akhirnya India mengizinkan ekspor pada musim 2023/2024 jumlahnya mungkin tidak lebih dari 4 juta ton. Pemerintah India bertekad untuk mengendalikan harga pangan menjelang pemilihan negara bagian 2023 dan pemilihan umum pada pertengahan 2024.

Pada musim 2021/2022 India mengekspor lebih dari 11 juta ton, ekspor tertinggi yang pernah dilakukan India. Pedagang yang berbasis di Mumbai, mengatakan dunia membutuhkan lebih banyak gula India dan dibutuhkan secepat mungkin karena harga gula dunia mencapai angka tertingginya dalam 11 tahun.

"Ditundanya ekspor India akan terus menaikan harga gula, dan memberi kesempatan penjual gula Brasi menaikan harga gula lebih tinggi lagi," kata pedagang yang berbasis di Mumbai. (tar)